Jumat, 21 Januari 2011

ramalan jayabaya bait 173

Misteri ramalan jayabaya bait 173
173. nglurug tanpa bala, yen menang tan ngasorake liyan, para kawula padha suka-suka marga adiling pangeran wus teka, ratune nyembah kawula angagem trisula wedha, para pandhita hiya padha muja hiya iku momongane kaki Sabdopalon sing wis adus wirang nanging kondhang, genaha kacetha kanthi njingglang nora ana wong ngresula kurang, hiya iku tandane kalabendu wis minger, centi wektu jejering kalamukti andayani indering jagad raya padha asung bhekti.

- “menyerang tanpa pasukan, bila menang tak menghina yang lain, rakyat bersuka ria karena keadilan Yang Kuasa telah tiba, raja menyembah rakyat, bersenjatakan trisula wedha, para pendeta juga pada memuja, itulah asuhannya Sabdopalon yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur, segalanya tampak terang benderang, tak ada yang mengeluh kekurangan itulah tanda zaman kalabendu telah usai berganti zaman penuh kemuliaan, memperkokoh tatanan jagad raya, semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi.
Prakteknya
Menyerang tanpa pasukan (menyerang/ menghadapi lawan/ saingan, permasalahan dipikirkan sendirian)j. Jika menang tidak terus menghina yang mengalami kekalahan. Rakyat bersuka ria karena rang yang adil menegakkan hukum tuhan telah datang. Karena terwujudnya keadilan sampai2 pemimpin nanti yang malah jadi pelayan rakyat. Satrio piningit menegakkan hukum tuhan dengan berpedoman tiga niat suci bener, jejek lan jujur. Ulama-ulama memuja (mengagungkan/ menghormat). Dia adalah muridnya dalang pewayangan yang telah banyak merasakan malu (dipermalukan) tapi termasyur. Segala (permasalahan) tampak terang benderang (jelas siapa salah / siapa benar). Itu tandanya jaman penderitaan telah usai sekaligus menggenapi takdir allah tentang kadaan jagat raya yang telah dijanjikan. Semua orang menaruh rasa hormat yang tinggi kepada satrio piningit.
Data:
- memperkokoh tatanan jagad raya = menegakkan hukum dunia dengan niat menegakkan hukum agama, kemunculannya menggenapi janjinya allah akan keberadaan manusia yang bisa mencengkeram dunia (mengatur dunia) sendirian yang hanya ada satu sepanjang umur bumi (Wallahua’lam). Dunia tidak akan kiamat sebelum munculnya manusia yang mencengkeram dunia sendirian.
- perang duniua nanti diniati menjalani taubatan nasuha umat manusia sedunia, jadi yang kalah tidak perlu merasa malu dan yang menang pun tidak perlu melakukan perayaan. Tidak pantas ada perayaan menang perang yang diniati taubat. Adapun hukum qias dari perang dunia adalah menjalani taubat seperti kesalahan umatnya nabi Musa as yang menyembah anak sapi.
- sepertinya satrio piningit jika berperang (menghadapi masalah dipikirkan) sendiri, jika menang tidak sok (dingin aja). Kusus masalah2 yang jadi bagian satrio piningit. Perang nanti ada perang pemikiran, perang kata-kata dan perang fisik.
- dengan segala sesuatunya satrio piningit menegakkan keadilan sehingga rakyat adil-makmur-tentram (tata tertib tentrem kerta raharja gemah ripah loh jinawi).
- raja menyembah rakyat = satrio piningit berhasil menegakkan keadilan sampai terwujudlah keadaan dimana pemimpin yang jadi pelayan rakyat. Mungkin mirip dengan nabi adalah pelayan umat.
Catatan:
- semoga apa yang saya coba pahami ini bermanfaat buat para pembaca sekalian. Percaya atau tidaknya itu kembali kepada diri kita masing-masing.
- sangatlah diharapkan apabila anda berkenan menyampaikan data yang lain sehingga bermanfaat untuk saya dan pembaca yang lain.
- apabila ada kesalahan dalam penulisan maupun pemahaman harap maklum.
- saya akan senang sekali apabila ada yang bersedia berbagi informasi mengenai ramalan jayabaya yang lengkap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar