Rabu, 12 Januari 2011

ramalan jayabaya bait 159-160

Misteri Ramalan jayabaya 159

159. selelet-lelete yen mbesuk ngancik tutup ing tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu bakal ana dewa ngejawantah apeng awak manungsa apa surya padha bethara Kresna watak Baladewa agegaman trisula wedha jinejer wolak-waliking zaman wong nyilih mbalekake,wong utang mbayar utang nyawa bayar nyawa utang wirang nyaur wirang
- “selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu) akan ada dewa tampil berbadan manusia berparas seperti Batara Kresna berwatak seperti Baladewa bersenjata trisula wedha tanda datangnya perubahan zaman, orang pinjam mengembalikan, orang berhutang membayar hutang nyawa bayar nyawa hutang malu dibayar malu”
Prakteknya
Kemunculannya (atrio piningit) menjelang akhir tahun (bisa juga sesudah tutup tahun), dalam usaha mengatur dunia dengan menggunakan (othak athik gathuk dari) pewayangan, satrio piningit bertugas memberi penjelasan. Sedang penerapannya nanti koordinatornya adalah Perves Musyaraf dari Pakistan (kresna). Tegas dalam usaha penegakan hukum diniati menegakkan hukum islam. Sama tegasnya dengan raja Abdullah dari Saudi (baladewa). Dia menegakkan hukum dengan pedoman yang penting jujur, tegak dan benar. Membawa perubahan zaman, reformasi atau revolusi dunia. Dimasa kemunculan satrio piningit, orang berhutang mengembalikan. Utang pati (melakukan pembunuhan) balasannya adalah pati (ganti dibunuh), orang mempermalukan orang lain dibalas dipermalukan. Besok satrio piningit menegakkan permasalahan dengan menggunakan hukum islam yaitu hukum qisos / pembalasan.
data:
- muncul selambat-lambatnya menjelang tutup tahun. Tapi bisa juga lebih lambat, mengingat begitu sulitnya satrio piningit muncul. Karena memang begitu minimnya perhatian dari masyarakat.
- Paras batara kresna = penampilan seperti bathara krisna dalam pewayangan. Hubungan antara satrio piningit dan dengan koordinator penerapan “o t h a k a t h i k g a t h u k” pewayangan itu seperti antara kembang wijaya kusumo dan krisna. Penokohan kresna dalam pewayangan nanti prakteknya insyaalah dia adalah Perves Musyarraf dari Pakistan. Sedangkan satrio piningit adalah kembang wijaya kusumo yang akan selalu membangkitkannya / membantu disaat menghadapi permasalahan yang berat.
- Watak baladewa = tegas dalam usaha penegakan hukum dengan niat menegakkan agama islam. Pewatakam bala dewa dalam prakteknya nanti insyaallah dia adalah raja Abdullah dari Arab Saudi.
- pedomannya trisula wedha = yang penting mengatasi permasalahan dengan benar, jejeg dan jujur (insan kamil).
160. sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawangalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener lawase pitung bengi, parak esuk bener ilange, bethara surya njumedhul bebarengan sing wis mungkur prihatine manungsa kelantur-lantur iku tandane putra Bethara Indra wus katon tumeka ing arcapada ambe bantu wong Jawa
- “sebelumnya ada pertanda bintang pari panjang sekali tepat di arah Selatan menuju Timur lamanya tujuh malam hilangnya menjelang pagi sekali bersama munculnya Batara Surya bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-larut itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak datang di bumi untuk membantu orang Jawa”
Praktekya
-sebelum munculnya satrio piningit, ditandai dengan tidak adanya kepastian penegakan hukum / krisis multi dimensi yang berkepanjangan (bagai malam yang gelap).
-harapan datangnya satrio piningit dirasakan bagaikan biantang berekor dimalam hari.
-(setelah lama dinanti-nanti) satrio piningit muncul mengemban misi yang sudah disetejui dalam sidang majelis umum PBB (bathara surya).
-bersamaan dengan kemunculannya, akan hilanglah kesengsaraan yang berlarut-larut.
-itulah tanda munculnya satrio piningit yang mendapat kepercayaan duta banga-bangsa (bathara indra). Nanti akan membantu orang jawa (Indonesia dan dunia).

Data
Sebab orang yang jadi satrio piningit wajahnya kelihatan masih muda disebut pemuda. Karena orang islam nanti akan memakai sorban. Karena mengemban misi PBB nanti sorbannya berwarna biru. Dalam jongko nostradamus disebut pemuda bersorban biru.

2 komentar:

  1. ada-ada saja hehe... satrio piningit hanya khusus untuk kejayaan bumi nusantara. allahuakbar

    BalasHapus
  2. dalam membaca dahulukan “hati” sehingga akal menjadi tidak emosi dan terkendali.

    Ilmu “prediksi” atau ilmu “persangkaan” atau “ilmu ramalan” dalam kerangka “Ajaran Keselamatan” atau jika brawijaya menggunakan kode “kawruh budi atau kawruh budha”atau “Al Umuwru” atau UrusanNya.

    kawruh itu artinya ajaran atau jika ditelaah-kata bermakna kalimat yang terikat tali ketetapanNya, sedang kalimat itu bisa bermakna pewartaan rupa atau bentuk
    tali-ketetapanNya(AjaranNya,KerajaanNya) seiring roda-jaman.
    budi atau budha hampir setara nilainya, berbeda diasal terbit-katanya yaitu jika budha itu rasa sedang budi itu cipta.
    budha itu bisa bermakna sesuatu cara yang diperjalankan dalam kehidupan yang memiliki nilai pencerahan jiwa-raga. sementara budi adalah bentuk terbenam-katanya yaitu kebaikan atau keselamatan.
    dalam “kaidah langit” tidak memperdulikan sebutan untuk ajaran namun dalam “kaidah bumi” harus tersebutkan nama-pelaksana-ajaran. Sehingga langit itu Al Umuwru dan bumi Al Islamu.Hal ini agar cara pelaksanaannya menjadi bernilai keselamatan, keamanan dan kemakmuran.
    Nama-Pelaksana-Ajaran haruslah berupa wadah yang besar yaitu Negara Islam.
    Adakah Negara Islam di Indonesia?

    Ilmu “prediksi”
    digunakan untuk mengambil sesuatu keputusan/keterangan-berita-ajaran dengan menggunakan data yang terkait leluhur didalam AjaranNya dan dipertimbangkan dengan kesetaraan nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat seiring berjalannya waktu atau jaman yang beroda.

    Sp atau RA atau BA atau siapapun dia, bukanlah hal yang terpenting yang selalu didahulukan. Yang terpenting adalah sudahkah manusia menjalankan kehidupan sesuai dengan perjanjian dengan Pencipta jiwa-raganya. Karena menjalankan suatu kepercayaan-akal(bumi) yang terselimuti keyaqinan-hati(langit) haruslah sesuai dengan Peraturan Ketentuan Ketetapan KalimatNya yaitu AjaranNya(Al Quran) dan KerajaanNya(Negara Islam). Dua hal tersebut adalah “miim” yang pokok yang
    terkandung dalam makna “syahadat” yang sesungguhnya.
    sudahkah benar “syahadat” anda semua?
    syahadat itu perjanjian dengan “Sang Pencipta” yang diucapkan mulut manusia dengan kesadaran akal dan hatinya.kesadaran itu wajib dilakukan manusia dengan kondisi tidak tidur atau menutup-mata.

    indahnya-rasa dihati bukan-terpanah karena ucapan belaka
    dan-keelokan pelaksanaan-hati bukan juga karena pedang-simpati manusia
    sehingga menangis dan tertawa hanya karena Kebesaran Sang pencipta
    yang terhampar dalam bentangan permadani KerajaanNya
    terlaksana dalam menjaga Cahaya-Permata pancaran AjaranNya
    sehingga BumiNya dapat tersenyum karena hujan dari LangitNya.

    Semoga Keselamatan mulai menerpa anda semua yang terlena dalam kehidupan dunia..
    semoga juga menemukan senjata bermata-tiga atau trisula wedha yang bersuara “kaaf laam baa” sebagai bekal keamanan kehidupan kelak atau nantinya

    BalasHapus