Jumat, 21 Januari 2011

misteri ramalan jayabaya bait 172

Ramalan jayabaya bait 172
172. Iki dalan kanggo sing eling lan waspada ing zaman kalabendu Jawa. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa, cures ludhes saka braja jelma kumara aja-aja kleru pandhita samusana, larinen pandhita asenjata trisula wedha iku hiya pinaringaning dewa.
- “Inilah jalan bagi yang ingat dan waspada pada zaman kalabendu Jawa. jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa, yang menghalangi akan sirna, seluruh keluarga jangan keliru mencari dewa, carilah pandhita bersenjata trisula wedha itulah pemberian dewa”
Prakteknya
Inilah nasehat sebagai jalan keluar bagi yang mau ingat dan waspada terhadap keadaan kalabendu (yang sudah sudah dijongko para leluhur tanah) Jawa. Jangan melarang menghormati (mengagungkan) orang yang berupa dewa (mempunyai kedudukan sangat tinggi). Yang menghalangi akan cures ludhes (sirna)……. Carilah pandhita yang bersenjatakan trisula wedha (tiga niat suci), itulah pemberian dari dewa (dewan keamanan PBB).
Data:
- Kalabendu = goro-goro = zaman sebab musabab saat kemunculan satrio piningit. Pada zaman ini permasalahan ditunjukkan ramalannya, asal mulanya begini kemudian didalangi (diakali) supaya keadaan bisa terbalik (putaran roda zaman jawa).
- Orang berupa dewa = orang yang mempunyai kedudukan sangat tinggi (mendapat mandat PBB).
- Sirna seluruh keluarga = celaka sekeluarga.
- Pandhita bersenjata trisula wedha = orang yang berilmu agama yang mempunyai watak jujur, jejer lan bener. Dalam menegakkakn hukum nanti akan banyak hukum buatan pemerintah dari berbagai negara yang akan dilanggar asalkan tetap berpedoman dengan tiga niat suci. Memang nanti akan ada peraturan-peraturan tertentu yang akan dilanggar dalam usahanya menegakkan keadilan dunia.
- Itulah pemberian dewa = bisa memiliki dua pengertian, 1) orang yang ditunjuk oleh PBB. 2) orang yang jadi pilihan allah swt.
- Kitab ini adalah jalan yang menerangi untuk yang sadar dan waspada pada zaman kalabendu (saat ini) dengan ciri-cirinya.
- Cara menghormati satrio piningit ialah jangan melarang dan membantahnya. Lebih-lebih menghalanginya, celakalah sekeluarga / senegara (untuk negara yg menghalangi).
- Ada kalimat jangan salah mencari satrio piningit menjelaskan bahwa akan banyak yang menyerupai satrio piningit. Carilah satrio piningit yang sesuai bait-bait sebelumnya. Itulah satrio piningit yang sesungguhnya (pilihan allah swt). Orang yang menterjemahkan jongko dan memiliki pengaruh yang mendunia nanti ada dua orang. Kedua orang ini nanti sama-sama dianggap sebagai satrio piningit. Ada yang jadi pembela kebenaran dan ada yang mementingkan urusan pribadi (golongan). Berikut ini perbedaannya.
Pembela kebenaran (bawang putih). 1 asalnya dari suku jawa. 2 pendukung utama ulama makkah dan madinah. 3 pertama muncul berbekal cerita (jongko). 4 ide awal jongko candi prambanan 5 agama islam, penganut faham wahabi.
Pencari keuntungan prabadi (golongan). 1 asalnya kemungkinan dari amerika serikat. 2 Pendukung utama…? 3 pertama muncul berbekal modal yang sangat besar. 4 ide awal jongko candi borobudur. 5 agama…?

1 komentar:

  1. KONTOL..INI ASUMSI DAN DESKRIPSI SEKEDAR PEMANFAATAN DAN POLITIS AGAMA......"WAHABI" AKAN SIRNA DINEGRI INI...

    BalasHapus