Rabu, 12 Januari 2011

ramalan jayabaya bait 161-162

Terjemah ramalan jayabaya bait 161

161. dunungane ana sikil redi Lawu sisih wetan wetane bengawan banyu andhe dukuh pindha Raden Gatotkaca arupa pagupon dara tundha tiga kaya manungsa angleledha
- “asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur sebelah timurnya bengawan berumah seperti Raden Gatotkaca berupa rumah merpati susun tiga seperti manusia yang menggoda”
Prakteknya
- Bait ini menggambarkan dunungane, keberadaan orang yang jadi satrio piningit itu besok munculnya tenyata dia berasal dari sebelah timur gunung lawu. Ditimurnya lagi ada sungai. Jadi orang yang jadi satrio piningit itu berasal antara gunung lawu dan sungai brantas.
-Mungkin dia nanti akan jadi orang yang disegani karena dianggap orang yang mempunyai banyak kelebihan. Nanti akan banyak menyampaikan kritik kepada pemerintahan dengan berbekal “o t h a k a t h i k g a t h u k”. Kritikannya terasa seperti godaan bagi pemerintah.
Data:
- dunungane = asal = keberadaan satrio piningit itu nanti berada disebelah timur gunung lawu.
- rumah merpati susun 3 =
- menggoda = genit = bercanda / terkesan menggangu pemerintah karena banyak menyampaikan kritik.

162. akeh wong dicakot lemut mati akeh wong dicakot semut sirna akeh swara aneh tanpa rupa bala prewangan makhluk halus padha baris, pada rebut benere garistan kasat mata, tan arupa sing madhegani putrane Bethara Indra gegaman trisula wedha momongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala sakti mandraguna tanpa aji-aji
- “banyak orang digigit nyamuk,mati banyak orang digigit semut, mati banyak suara aneh tanpa rupa pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar tak kelihatan, tak berbentuk yang memimpin adalah putra Batara Indra, bersenjatakan trisula wedha para asuhannya menjadi perwira perang jika berperang tanpa pasukan sakti mandraguna tanpa azimat”
Prakteknya
- Banyak orang –orang besar, berpangkat besok akan dikalahkan oleh orang kecil / rakyat biasa. Banyak orang menyampaikan komentar yang pedas tanpa diketahui jati dirinya (mungkin dengan adanya internet, berita tersebar tanpa diketahui jati dirinya). Mereka bisa menghimpun kekuatan yang besar, dukungan rakyat yang kuat dengan menyebarkan berita di internet. Emua itu yang mengawali adalah satrio piningit. Orang yang mendapat bimbingan dari satrio piningit dengan memanfatkan “o t h a k a t h i k g a t h u k ” dengan jongko tanah jawa, nanti akan jadi orang yang menangan. Tidak perlu harus memiliki pangkat. Yang penting kekompakan dalam mempraktekkan sandiwara “othak athik gathuk”.
Data:
- suara tanpa rupa = banyak pendapat-pendapat, komentar tanpa diketahui jati diri orangnya. Prateknya saat ini banyak komentar-2 lewat internet yang tidak diketahui orangnya.
- putra batara indra = mendapat mandat dari duta-duta berbagai bangsa di PBB. Bathara indra itu sepengetahuan saya adalah perkumpulan duta besar dari berbagai negara di PBB.
- agegaman trisula wedha = mengatasi permasalahan dengan tiga prinsip jujur, benar dan tegas.
- perwira perang = pemberani = pilih tanding dalam perang pemikiran, perang kata-kata dan dalam perang dunia ketiga nanti.
- sakti mandraguna tanpa aji-aji = mampu memenangkan berbagai permasalahan dalam memperjuangkan kebenaran tanpa mamiliki sesuatu yang dipandang berharga (pangkat, jabatan, gelar dll)

1 komentar:

  1. Mas Joko Pingit, asal njenegan pirsa manawi etan Gn lawu tasih wonten gunung inggih punika gn Wilis, gn brantas punika tasih wonten etan gn Wilis (sumber Gn Wilis sisih etan.

    Manawi sisih etanipun Gn Lawu punika manawi tasih dipun arani bengawan inggih punika bengawan Madiun (atau kali Madiun), mabanipun tasih adinipun bengawan Brantas, nanging manawi dipun ukur sampun wiyar.

    Nyaosi pirsa kemawon, bilih ngantos sak punika dateng Madiun tasih kathah penganut agami Jawi.

    Catetan punika namun urun rembug mawon nggih.

    BalasHapus