Rabu, 12 Januari 2011

ramalan jayabaya bait 163-164

Misteri ramalan jayabaya 163
163 apeparap pangeraning prang tan pokro anggoning nyandhang, ning iya bisa nyembadani ruwet renteng ing wong sakpirang-pirang, sing padha nyembah reca ndhaplang, cina eling seh seh kalih pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang
- “bergelar pangeran perang kelihatan berpakaian kurang pantas namun dapat mengatasi keruwetan orang banyak yang menyembah arca terlentang cina ingat suhu-suhunya dan memperoleh perintah (keterangan), lalu melompat ketakutan”
Prakteknya
Satrio piningit akan mendapat julukan orang yang menangan meskipun penampilannya biasa saja (tidak memiliki pangkat, jabatan, gelar dll). Tetapi bisa mengatasi permasalahan orang banyak. Dalam PD III nanti orang yang mengandalkan teknologi tanpa memiliki keimanan, dia akan mengalami kekalahan (ndhaplang). Orang-orang cina akan ingat pada (tanah) leluhurnya (pulang kenegeri cina). Begitu mendengar program reformai dan revolusi dunia dari satrio piningit mereka menjadi ketakutan.
Data
- bergelar pangeran perang = satrio piningit akan sering berperang (pemikiran, kata-kata dan fisik sampai terjadinya PD III).
- berpakaian kurang pantas = satrio piningit kalau berperang tidak memakai atribut layaknya pasukan perang, tidak memiliki tanda pangkat dll.
- mengatasi keruwetan byk org = pada saat ini kedzaliman meraja lela. berhubung satu bait, satrio piningit akan menyelesaikan permasalahan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
-Orang-orang cina akan ingat pada leluhurnya, setelah munculnya satrio piningit dan datangnya jaman goro-goro, orang cina banyak yang merasakan hidup dinusantara itu sangat berat dan berbahaya, mereka merasa takut dan pulang kenegeri cina.
-etnis cina yang pulang kenegeri cina adalah orang yang tidak memiliki rasa patriotisme.

164. putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu hiya yayi bethara mukti, hiya krisna, hiya herumukti mumpuni sakabehing laku, nugel tanah Jawa kaping pindho ngerahake jin setan kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa, padha asesanti trisula weda landhepe triniji suci bener, jejeg, jujur kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong
- “putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu yaitu Kyai Batara Mukti, ya Krisna, ya Herumukti menguasai seluruh ajaran (ngelmu) memotong tanah Jawa kedua kali mengerahkan jin dan setan seluruh makhluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda tajamnya tritunggal nan suci benar, lurus, jujur didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong”
Prateknya
Putera (lelaki) kesayangan yang bertempat dilawu (dekat lawu), yang disayang oleh orang yang tresna pada bangsa Indonesia (kresna), yang disayang oleh orang yang mukti. Atrio piningit adalah orang mumpuni mengatasi berbagai permasalahan dengan cara perlombaan idiologi, kejadian ini terjadi untuk yang kedua kali. Untuk memenangkan orang jawa
Data:
- perihal krisna (tresna), dia adalah orang yang sayang pada bangsa Indonesia.
- memotong tanah jawa kedua kali maksudnya adalah, satrio piningit dalam menyelesaikan permasalahan dengan cara perlombaan idiologi. Jadi masyarakat jawa (Indonesia dan dunia) nanti harus dibagi menjadi dua golongan.
- pendampingnya sabdo palon dan naya genggong. Abdo palon adalah orang yang bersabda sambil memukulkan palu maksudnya dalang wayang kulit. Naya genggong adalah meskipun dalang itu adalah orang kecil, sesungguhnya dia adalah orang besar (guru besar ) satrio piningit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar