Rabu, 19 Januari 2011

ramalan jayabaya bait 169-170

Ramalan jayabaya bait 169-170
169. sirik den wenehi ati malati bisa kesiku, senenge anggodha anjejaluk cara nistha, ngertiyo yen iku coba aja kaino, ana beja-bejane sing den pundhuti ateges jantrane kaemong sira sebrayat
- “pantang bila diberi hati mati dapat terkena kutukan, senang menggoda dan minta secara nista, ketahuilah bahwa itu hanya ujian, jangan dihina, ada keuntungan bagi yang dimintai artinya dilindungi anda sekeluarga”
Maksudnya
-pantang bagi satrio piningit melakukan tindakan yang tidak berperi kemanusiaan, (pantang) senang menggoda orang dan (pantang untuk) meminta dengan cara yang nistha. Ketahuilah seandainya melakukan tiga hal itu hanyalah untuk menguji sebelum memutuskan sebuah permasalahan. Jangan sampai dihina. Beruntunglah orang yang dimintai oleh satrio piningit artinya dilindungi anda sekeluarga.
Data:
- hati mati = yang tidak berprikemanusiaan.
- menggoda = karenan banyak menyampaikan kritik, oleh pemerintah dan rakyat terasa seperti orang yang mengganggu.
- minta secara nista = minta yang secara logika gak pantas untuk di minta. Seperti minta mobil kepada seorang pemilik mobil dll.
Analisa:
-satrio piningit tidak akan melakukan tindakan yang tidak berperi kemanusiaan, menggoda orang dan meminta dengan cara nista.
-seandainya satrio piningit melakukan tiga hal tadi (menggertak akan melakukan tindakan yang tidak berperi kemanusiaan, dll) itu hanyalah ujian (test) sebelum sp memutuskan permasalahan. Terkadang memang ada permasalahan yang tidak bisa dituntaskan dipersidangan. Untuk memutuskannya terpaksa ditest bagaimana sikap, raut wajah mereka dll. Setelah diketahui baru diputuskan. Contohnya adalah ceritanya nabi Sulaiman as memutuskan bayi yang jadi rebutan dua wanita.
Seandainya satrio piningit melakukannya janganlah dihina.
- Benar-benar berungtunglah orang yang dimintai sesuatu oleh satrio piningit bararti dia dan keluarganya dijaga. Kenapa satrio piningit tidak berani mengajukan permiantaan pada sembarang orang. Hanya kepada orang yang benar-benar disayang yang nanti akan dijaga (diringankan) dari beratnya keadaan perang dunia. 1) Satrio piningit takut terlalu banyak menerima pemberian atau pertolongan, karena semua itu apabila ditinjau dari hukum rimba hukumnya adalah hutang budi yang harus dibayar saat hukum pembalasan diterapkan.
2) satrio piningit takut dengan pepatah karena jasa ingin ikut kuasa. Dikawatirkan karena banyak bantuan kepada satrio piningit, orang itu ingin ikutan memikirkan pekerjaan satrio piningit yang beakibat tidak bisa independen dalam memutuskan permasalahan.
3) Satrio piningit memiliki trauma dengan pemberian yang diungkit-ungkit.
170. ing ngarsa Begawan dudu pandhita, sinebut pandhita dudu dewa, sinebut dewa kaya dene manungsa dudu seje daya, kajawaake kanti jlentreh gawang-gawang terang ndrandhang
- “di hadapan Begawan bukan pendeta, disebut pendeta bukan dewa, disebut dewa namun manusia biasa bukan kekuatan lain, diterangkan jelas bayang-bayang menjadi terang benderang”
Maksudnya
Dihadapan ulama/orang berilmu, satrio piningit bukan kyai (profesor, dll). Disebut kyai (profesor, dll) satrio piningit bukan orang yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Dikatakan orang yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi ternyata kalau diperhatikan dia adalah rakyat biasa (manusia biasa saja) ….. Satrio piningit bisa menjelaskan cerita pewayangan hingga terasa terang benderang (dengan detail).
Data:
Begawan = (bek/ penuh, gawan/ bawaan ilmu) = berilmu, ulama, bisa juga mungkin profesor atau negarawan.
Analisa:
-satrio piningit akan membuka tabirnya terhadap beberapa yang dipandang perlu. Cerita terjemah pewayangan disampaikan tanpa mengenakan topeng hanya pada orang-tertentu tertentu yaitu team penerangan terjemah pewayangan. Dalam pewayangan team ini dikatakan Sumbadra (rara ireng). Saat menyampaikan terjemah pewayangan dimuka umum nanti akan mengenakan topeng. Jika anda sedang berguru pada begawan dan melihat seorang anak muda yg diperlakukan “lebih” layaknya pendeta atau dewa janganlah bingung.
- satrio piningit manusia biasa kesaktiannya tanpa azimat.
- tampaknya begawan tersebut bertanya terhadap satrio piningit tentang sesuatu sehingga jelas. berhubungan dengan kalimat: “masih muda dipanggil orang tua”.
- intinya bait 169-170 = WASPADALAH..WASPADALAH.. terhadap sosok pemuda aneh.

1 komentar:

  1. Salam sejahtera saudaraku :). Blognya bagus bgt. Semoga bangsa & negara ini kelak bisa kembali ke jalan yang benar dan diridhoi Allah SWT.

    BalasHapus