Minggu, 02 Desember 2012

Lampahan Jamur Dipo

JP – 5 Jamur Dipo



J A M U R D I P O
( B A M B A N G S A K U T R E M R A B I )

1 Jejer Prabu Basu Murti ing Wiratha, mios sinewi ing wadya punggawa, ingkang mungging ngarsa Patih Jati Kandha, Resi Wakin Wara, punggawa Arya Kandaka**1. Ingkang ginunem sang prabu arsa cangkrama angerut sato wana, Rekyan Patih Jati Kandha dinawuhan sawegas wadya bala**2, sri nata lajeng kondor ngadaton.

Kamus
Jamur Dipa; Jamur = jamus / jamiatul muslimin / orang islam berjamaah
Dipa = kepala / pemimpin
** Orang islam yang berjamaah, calon pemimpin dunia.**

Patih Jati Kandha;jati =sesungguhnya
Kandha= berbicara / ngomong / menerangkan.
** Seseorang yang tugasnya hanya menerangkan / berbicara.

Resi Wakin Wara; Resi = pemuka agama
Wakin = uwak / kakek
Wara = wara wara / pengumuman
**Seseorang yang jadi pemuka dalam agama / organisasi / politik yang banyak berbicara.

Arya Kandaka; Arya Kandane Kala = ucapannya menyakitkan.
** Orang yang ucapanya terasa sangat menyakitkan.


Terjemah

Jamiatul Muslimin Calon Pemimpin
( Sang Penenteram Bekerja Sama / Bermitra )
**Menurut jangka suatu saat nanti, kepemimpinan di Indonesia dan didunia
akan didominasi oleh orang –orang islam yang berjamaah santri K H Nurhasan.**

1 Cerita awalnya, Panglima ABRI yang mendapat tugas mengawasi gerakan yang membahayakan, rapat dengan ABRI bagian penerangan (* jati kondho / semacam Kapuspen), Ulama masa lalu (* resi wakin wara ), oknum ABRI yang ucapannya menyakitkan.
2 Membahas masalah rencana Panglima ABRI untuk memburu orang-orang yang membahayakan keamanan negara.
** Mungkin keadaan sebelum G 30 S, Indonesia sangat rawan. Karena keadaan negara yang rawan Pangab menyampaikan perintah untuk menangkap semua orang yang membahayakan keamanan Negara.**



2 Madeg ing kedhaton, prameswari nata Dewi Jati Swara**1, mapag kondorira sri nata. Mboten dangu kasaru sri nata kundur lajeng lenggah satata. Imbal wacana kawontennannipun pancaniti. Lajeng tindak dateng pambojannan. Sabibaring bojana lajeng ngrasuk busana.

Kamus
Dewi Jati Swara; jati = sesungguhnya
Swara = mendengarkan suara / omongan orang.
** seseorang yang tugaanya adalah mendengarkan omongan orang lain, semacam petugas intelijen.


Terjemah
1 Panglima ABRI membahas keadaan negara bersama dengan pasangannya yaitu dinas intelijen (* Jati Swara )


3 Madeg ing paseban jawi ( pangurakan ) ari nata Raden Basu Kesthi, Patih Jawi Kandha, Punggawa arya Basu Nanda, Brahmana Kestu**1. Rembag ingkang pinatah ing karya twin ingkang tengga praja, sasampunning samekta wahana. Sri nata mios lajeng nitih dipangga. Raden Arya Basu Kesthi twin patih Jawi Kandha anggrubyuk wurining nata**2. Punggawa sawatawis bidal kapallan.

Terjemah
1 Diluar markas besar ABRI, pak Harto musyawarah bersama juru bicaranya pak Harto (*jawi swara ), pelaksana G 30 S (* arya basu nanda ), ulama yang sesunguhnya (*Brahmana Kestu / K H Nurhasan ).
** Menurut jongko, sebelun G 30 S terjadi antara pak Harto, juru bicaranya pak Harto, pelaksana G30 S dengan K H Nurhasan itu ada komunikasi.
** Mungkin juga yang dimaksud diluar adalah, orang yang melakukan pekerjaan diluar tugasnya / yang bukan tugasnya / jadi manusia yang urakan (pangurakan).
2 Mereka membahas masalah rencana ( ? ) dan pelaksanaannya, dan sekalian melakukan pembagian tugas, siapa yang menjalankan dan siapa yang bagian tunggu.



4 Madeg ing nagari Durya Pura, Prabu Dwapara mios siniwing wadya, ingkang mungging ngarsa Patih Swabara**1. Prabu Dwapara dawuh arsa sowan dateng nagari Wiratha, awit nata wiratha punika taksih kaleres nak derek saking ingkang ibu Dewi Kaniraras, sasampunning siyaga lajeng bidal**2. Lampahira wadya Durya Pura kapapag wadya Wiratha, sinengguh mengsah, lajeng dados prang. Wasana wadya Durya Pura kasor mawar sarsarran**3. Prabu Dwapara katilappan wadya, lumajeng sapurug-purug.

Kamus
Durya Pura; Durya = (mungkin) durga
Pura = pintu gerbang / Indonesia / posisi ada dipersimpangan
** Ada golongan orang islam yang tidak bermoral / extrim.

Begawan Dwa para; Begawan = ulama / kyai
Dwapara = perak
** Ulama yang seperti perak, baik dalam ucapan tapi dia tidak sungguh-sunggu dalam hati. Dalam istilah / gambaran, ulama itu dibagi dalam 4 golongan.

-Ulama seperti emas = yang baik lahir batin
-Ulama seperti perak = baik diluar, dalam hati ada niat pamer
-Ulama seperti tembaga = baik dalam ucapan, dalam perbuatan terpengaruh melanggar hukum kecil.
-Ulama seperti besi = ucapan jelek, perbuatan juga jelek.


Terjemah
1 Ada golongan orang islam yang tidak bermoral / extrim. Pimpinannya seorang ulama yang sudah salah niat dalam hatinya (swabara). Wakil-wakilnya adalah orang islam yang ucapannya …?(swara bara)
2 Mereka ingin bertemu dengan K H Nurhasan atau santrinya. Setelah bertemu terjadi perselisihan. Dalam hal agama golongan ini memang ada kemiripan / hampir sama. Yaitu sama-sama ada sesuatu yang harus dijaga / dihati-hati.
** Mungkin yang dimaksud dulu ada golongan islam yang juga sama-sama memiliki amir (kaleres nak nderek) yang harus diperlakukan sangat hati-hati (dewi kaniraras). Apa mungkin yang di maksud adalah S M Kartosuwiryo.
3 Semua anak buahnya kalah terus menjauh / tidak mau berurusan lagi. Pimpinannya tertinggal oleh anak buah akhirnya ikut menjauh juga / ikut-ikutan tidak mau berurusan lagi.
** Mungkin yang dimaksud, dulu ada agama islam yang hampir sama dengan yang dibawa K H Nurhasan. Sama-sama memiliki amir dan keamiran itu sendiri harus dijaga sangat hati-hati. Suatu saat pernah terjadi perselisihan diantara dua golongan tadi tapi akhirnya tidak berlanjut.**


5 Madeg madyaning wana ing silu. Wonten reksasa nama Asmana, twin bojonipun nama raseksi Aswati, sami kaluwen dangu mboten angsal mamangsan**1. Raseksa raseksi wau lajeng nyenyegat ing margi.

Kamus
Silu / silu gonggo = tanggane bengawan solo
** Sungai yang jadi tetangganya / dekat bengawan solo yaitu sungai brantas di Jawa Timur. Semua kata-kata silu / silu gonggo mempunyai maksud terjemah ada hubungannya dengan pondok LDII di Kediri. **

Asmana ; As = as , is , si , sa , su semuanya awalan untuk menyebut seseorang
Mana = permana / vital / sangat dominan / sangat berpengaruh ** Seseorang yang menjadi ketua sebuah perkumpulan yang sangat berpengaruh dimasyarakat. **

Aswati ; As = awalan panggilan seseorang
Wati = cantik / baik dimata masyarakat
** Kumpulan orang yang jadi anak buah orang yang penting dan dia berpengaruh dimasyarakat. **

Terjemah
1 Disaat K H Nurhasan dan para santrinya sedang mendapat masalah berat (madyaning wana ing silu) ada seseorang yang jadi ketua perkumpulan yang sangat berpengaruh. Mereka dipandang baik dimata masyarakat. Sudah lama tidak tidak mengalahkan ( dalam hal agama). Lalu cari-cari orang yang akan dikalahkan / dilabrak.
** Mungkin dulu ada orang yang mempunyai rasa sakit hati terhadap K H Nurhasan dan orang itu jadi orang penting. Misalnya jadi ketua perkumpulan para kyai. Semacam forum para ulama. **
**Atau barang kali yang dimaksud adalah pembuat surat ini. Baca JP – 7 XA Sejarah Singkat LDII. Faham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama'ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971).


6 Madeg ing pasanggrahan madyaning wana mandeki, Sang Prabu Basu Murti kang mungging bale wawangunan, anggungsuk andrawina, anggenipun numpus satowana twin misaya pepak angsal kathah, lajeng dawuh dateng juru gedong kinen adadana arta dateng tiyang padusunnan**1. Kathah tiyang aningalli samya suka angambil dadana arta wau**2. Nuliya wonten tiyang satunggal anengga kajeng sriputa**3. Kanan kerengipun kasebaran arta mboten purun mendet**4. Srinata utussan ingkang rayi Raden Basu Kesthi, kinen andangu punapa karanan nira, tiyang engkang tengga wit sriputa wau tan arsa ngambil arta , Raden Basu Kesthi pangkat, pinanggih cantrik Janaloka ( tiyang ingkang ngadep kajeng sriputa wau )**5. Sareng dinangu, aturrira mila tan arsa ngambil arta, saking ajrih singit lawan wingit**6 . singit punika dumunung kajeng sriputa, wingit punika dumunung sri narendra, Raden Basu Kesthi lajeng mengsah angethok kajeng sriputa**7. Sarebahipun kajeng sri puta. Wonten bocah ya cumlorot manjing dateng Raden Basu Kesthi**8. Sarya matur singit wingit sampun dados satunggal dateng Raden Basu Kesthi. Ing tembe jumeneng nata**9. Raden Basu Kesthi ngendika : ing tembe ingsung madeg nata sira sebaa**10. Cantrik Janalaka lajeng pinurih kesah Raden Basu Kesthi wangsul ngarsa nira srinata Prabu Basu Rata.**11 Matur lamun tiyang ingkang tengga kajeng sriputa wau sampun dipun rih kesah, kanjeng sampun tinegor lajeng bibaraban**12.

Kamus
Wana Mandeki; Wana = keadaan rawan / bahaya / kacau
Mandeki = berheti / tenang
** Sesebuah keadaan / situasi yang sedang gawat / rawan yang sangat sulit dicari jalan keluarnya / buntu ( mandek ).**

Brahmana Kestu; Brahmana = ulama / pemuka agama
Kestu = estu / yang sesungguhnya
** Seorang ulama yang sesungguhnya, maksudnya ulama yang hanya mengutamakan masalah agama. Tidak ikut urusan politik, menghimpun massa untuk kepentingan jabatan. **

Kajeng Sri Puta; Kajeng = pohon
Sri puta =sri (bhs arab )fath / pertolongan terbaik
** Sebuah pohon yang jadi lambang partai golkar, jadi pertolongan terbaik setelah pak Karno tumbang. **

Sato Wana; Sato = binatang buas / orang yang dianggap seperti binatang buas
Wana = keadaan kacau / tidak ada kepastian / membingungkan
** Orang yang membahayakan keamanan negara disaat negara dalam keadaan kacau. Ini terjadi dimasa kepemimpinan pak Karno.**

Kendi Pratala; Kendi = biasanya orang jawa kalau menabung, tabungannya berbentuk kendi dari tanah.
Pratala = dalam tanah / sangat rahasia
** Simpanan milik bangsa Indonesia yang keberadaannya sangat dirahasiakan. Simpanan ini disimpan pak Karno, biasanya orang-orang menyebutnya dana amanat. **


Terjemah

1 Panglima ABRI melihat hasil dari perburuan terhadap orang yang dianggap membahayakan, banyak yang tertangkap. Selain melakukan penangkapan juga memberikan / membagikan sesuatu pada masyarakat.
2 Banyak orang yang senang mendapatkan sesuatu itu dari pemerintah.
3 Tapi ada juga orang yang menjadi pendukung partai Golkar yang tidak mau mendapatkan sesuatu yang diberikan oleh pemerintah yang didominasi partai Golkar.
4 Sudah mendapat banyak tawaran tapi tidak diterima.
5 Apa sebabnya orang yang menjadi anggota partai golkar itu tidak mau menerima tawaran.
6 Katanya takut dengas singit dan wingit.
7 Singit itu ada pada partai dan wingit itu ada pada pak Harto.
8 ( suatu saat nanti ) Partai golkar yang didirikan oleh pak Harto akan tumbang, setelah tumbang nanti singit dan wingit ( sesuatu yang jelek ) bergabung dengan pak Harto.
9 Sesungguhnya singit dan wingit itu ada pada pak Harto yang suatu saat nanti pasti menjadi menjadi seorang pemimpin.
10 Pak Harto meminta suatu saat nanti pak Harto jadi pemimpin, kamu ( santri K H Nurhasan ) diminta bergabung dengan partai milik pak Harto.
** Sejak awal berdirinya partai golkar santri K H Nurhasan tidak jadi orang penting dipartai golkar. Memang sejak awal sudah tahu siapa pak Harto itu sesungguhnya. Sesndainya ada yang mendapat jabatan dipartai Golkar karena ditunjuk / diminta. Keikutsertaan santri KH Nurhasan di Partai golkar untuk menjaga nama.
** Baca JP – 7 XA Sejarah Singkat LDII.Pengikut aliran tersebut pada pemilu 1971mendukung GOLKAR**1
11
12 sedangkan keadaan dimasa yang akan datang ( prakteknya saat ini ). Partai Golkar akan tumbang / pemimpin di Indonesia bukan dari partai golkar.
** Menurut pewayangan memang sementara waktu pemimpin di Indonesia bukan dari partai golkar. Dan suatu saat nanti partai golkar akan bangkit menjadi partai yang memenangkan pemilu dunia. Dan presiden dunia nanti juga berasal dari partai golkar setelah terbentuknya pemeritahan dunia.


7 Madeg ing Sapta Arga, Resi Manu Mayasa den adep kang putra Bambang Sakutrem lawan Puthut Supolawa ( kethek pethak ), parepat tiga**1, Semar, Nala Gareng , Petruk, Bambang Sakutrem tinari rabi lenggana kang daat ajrih ing rama**2. Bambang Sakutrem kesah ngenggar – enggar panggalih. Dumugi ing wana tarataban kapapag ditya Asmana**3. Bambang Sakutrem tinubruk arsa minangsa dadya perang. Ditya Asmana pejah sinuduk, ditya estri sumerep bella ditya ing laki prang lawan Bambang Sakutrem. Ditya Eswati pejah jinemparing Bambang Sakutrem rinapu parepattigo ingajak wangsul dateng patapan, lajeng wangsul**4, wonten aning margi kapapag sarpa naga ageng, lajeng jinemparing dining Bambang Sakutrem sarpa naga sirna, nuliya katingal widadari kakalih. Bambang Sakutrem langkung kasmaranira**5, lajeng lumampah kundur.


Terjemah
1 K H Nurhasan ( sebagai ulama dan amir ) bertemu dengan pak Harto dan santrinya ( yang sudah murtad ) juga ikut / tahu.
2 Pak Harto mendapat pengarahan dari K H Nurhasan agar bekerjasama / bermitra ( ? ), pak Harto menyanggupi tapi dalam hati tidak setuju.
3 Dalam keadaan yang tidak tenang pak Harto bertemu dengan orang penting ( * Asmana / politisi / negerawan ? ) dan anak buahnya (* Aswati ).
4 Mereka berusaha menjatuhkan pak Harto semua berhasil dikalahkan. K H Nurhasan (sebagai amir) mengajak pak Harto agar kembali menyambung tali persahabatan.
5 Suatu saat pak Harto bertemu dengan orang besar / penting yang durhaka, setelah dikalahkan ternyata dia orang yang sangat menyenangkan / menarik. Setelah didekati orang itu memilih manjauh / menjaga jarak.
** Mungkin dulu pak Harto pernah bertemu dengan orang yang sepertinya dia orang jahat. Tapi setelah diinterogasi ternyata dia orang yang sangat menarik sebab memegang dana amanat dari pak Karno. Jadi dana amanah leluhur bangsa dalam pewayangan memang ada. Suatu saat nanti insyaallah akan bisa didatangkan. **



8 Madeg Raden Arya Basu Kesthi lawan Patih Jati Kandha, kacarita arinata Prabu Basu Rata sampun kundur saking cangkrama. Lajeng gerah, dereng dangu Raden Basu Kesthi denmira imbal wacana kalawan Patih Jawi Kandha, kasaru datenging parekan kautus ingkang mbakyu sang prameswari Dewi Jati Swara , animbali Raden Basu Kesthi sarta kaparingan pariksa lamun kang raka Prabu Basu Rata seda, Raden Basu Kesthi enggal mlebet kedhaton sakdumugining kedhaton pariksa bilih kang raka sang Prabu Basu Rata seda**1. Lan astara susawa sareng swara jumegur, ing ngriku kedaton apuyengan, para wanita sami nangis, Raden Basu Kesthi lajeng muji ing jawi, awawarta mring patih miwah sagung para punggawa**2. Bab seda nira sri naranata, Raden Basu Kesthi lajeng nunjung deneng patih twin para pandita, lan para punggawa**3. Raden Basu Kesthi kajumenengaken nata ajejuluk Prabu Basu Kesthi**4. Lan antara praptaning cantrik Janaloka sowan mangarsa, lajeng kadawuhaken sang prabu, Janaloka kawisuda dadio punggawa, nama Arya Janaloka**5. Sri Basu Kesthi lajeng dadawuh dumateng para empu kinem adadamel tatabuhaning ngayuda ,awarni; thong – thong gerit bubar, poksur, thek-thek gendang , bende, gong, beri**6. Patih Jawi Kandha nulia atur uninga. Lamun Resi Brahmana Weda lawan Resi Brahmana Kestu sami muksa**7, ing mengke wonten kaelokan wismanipun Resi Brahmana Kestu katukullan Jamur Dipa, mawacah ya kadya sundung ing ngakasa**8. Sri Basu Kesthi dateng nedya mareksani kaderekaken patih saha wadya, sareng dumugi panggenanipun Jamur Dipo. Lajeng pinarepekkan sri nata**9. Jamur Dipa sirna mung katingal cahya sasada lanang, lajeng manjing mustaka nira srinata Prabu Basu Kesthi**10. Ing ngriku rumaos padang trawangan ing penggalih, waskita ing saniskara**11, Sri Basu Kesthi lajeng kundur.

Kamus
Tatabuhaning ngayudo = berbagai macam keadaan saat G 30 S berlangsung
Gurnang = greneng-greneng / orang berbicara pelan-pelan
Thong-thong gerit bubar = kentongan dipukul terus bergoyang / tanda bahaya telah terjadi sesuatu, misal pembunuhan
Poksur = wajah orang ditendang sampai jatuh terpelanting
Thek-thek gendang = ethok-ethok gendeng / menyelamatkan diri dengan cara pura-pura gila
Bende =
Gong =
Beri = suara orang berlari, orang jawa bilang……beeeeeerrrr….


Terjemah
Asal mulanya pak Karno akan lengser / mulai ada tanda tanda akan lengser.
1 Pak Harto sedang bertemu dengan juru bicaranya (* jawi kondho ), mendengar keterangan pak Karno pulang (* basu rata ) dari kantor jatuh sakit ( ada tanda-tanda akan lengser ). Kemudian datang dinas intelijen dari pak Karno (* jati swara ) tak lama lagi pak Karno akan lengser ( menyerahkan mandat ).
** Baca JP – 4 XB dukungan Amerika Serikat Terhadap Soeharto.Jendral Soeharto akhirnya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno (NAWAKSARA) ditolak MPRS pada tahun 1967, kemudian mendirikan apa yang disebut Orde Baru.**3

2 Tak lama kemudian muncullah suara / pengumuman yang manggemparkan (*swara jumegur / pecahnya G 30 S ). Banyak para wanita yang menangis. Pak Harto kemudian keluar menyampaikan pengumuman.
3 Seputar permasalahan pak Karno yang sudah tidak lagi menjadi pimpinan negara, Pak Harto kemudian mengundang / memberi tahu para petinggi ABRI, para ulama kalau sekarang pak Harto memegang kendali kepemimpinan ( jumeneng nata ).
** Setelah terjadi peristiwa yang menggemparkan (G30S), banyak para ulama-ulama, anggota ABRI dll yang mengetahui sejak saat itu pak Harto jadi pengendali terhadap jalanya pemerintahan.
4 G 30 S itu diotaki pak Harto tentunya dialah yang nanti pasti jadi pemimpin (*prabu Basu Kesthi ).
Baca JP 4 XA Dukungan Amerika Serikat terhadap Soaherto no, 3** Jendral Soeharto akhirnya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno (NAWAKSARA) ditolak MPRS pada tahun 1967, kemudian mendirikan apa yang disebut Orde Baru.
5 Santri K H Nurhasan juga mendapat kedudukan.
6 Berbagai macam kejadian terjadi saat G 30 S, banyak orang yang membicarakan permasalahan seputar G30S secara sembunyi-sembunyi / diam-diam / greneng-greneng (* gurnang ), banyak kentongan dipukul sebagai tanda bahaya (* thong-thong gerit bubar ), banyak orang berkelahi (* poksur ), ada yang pura-pura gila / pura-pura tidak tahu (* thek-thek gendang ), banyak yang berlarian kesana kemari (* beri ).
7 Disaat G 30 S terjadi, juru bicara pak Harto (* jawi kondho ) memberi tahu kalau ………(* brahmana weda ) dan K H Nurhasan (* brahmana kestu ) menjauh / menjaga jarak / menghindar dengan pak Harto dan golongannya.
** Dulu ada islam yang bentuknya mirip dengan yang diajarka oleh K H Nurhasan. Dia juag mempraktekkan keamiran. Tapi setelah pecah peristiwa G 30 S orang itu menghilang. Sebab …? Mungkin dia adalah S M Kartosuwiryo.
8 Suatu saat nanti ada sesuatu yang sangat jadi perhatian dari tempat keberadaan K H Nurhasan. Muncullah jamiatul muslimin calon pemimpin. Yang akan jadi perhatian seluruh dunia.
** Sepertinya keberadaan islam yang dibawa K H Nurhasan di Indonesia yang berkembang pesat ini pernah jadi pembicaraan di PBB.
9 Pak Harto dan orang-orang yang mendukungnya tertarik dengan jamiatul muslimin, dan berusaha mendekati untuk meneliti / melihat lebih jelas.
10 Setelah jelas ternyata hanya perkumpulan orang yang menetapi kalimah sahadat. Mereka bergabung dengan pak Harto ( menjadi pendukung partai golkar). Dan menjadi orang yang sangat dihormati oleh pak Harto.
** Coba anda perhatikan dengan seksama. Dimasa pak Harto jadi presiden semua permasalahan yang dihadapi oleh K H Nurhasan dan santrinya selalu kandas apabila sampai pada pak Harto.
11 Bersama KH Nurhasan dan santrinya pak Harto merasakan pikirannya terang benderang, semua permasalahan terasa sangat mudah.


9 Madeg ing Sapta Arga, Resi Manu Mayasa kaadhep Puthut Supolawa twin Bagawan Dwapara, datengipun kang putra Sakutrem dalah parepattiga. Lamun kang putra kasmaran dateng pawestri**1. Kasaru datengipun Resi Kaneka Putra andawuhaken timbalanpun Sanghyang Giri Nata, nalika yuganira si Sakutrem munah sarpa iku bubar dadi widadari, aran Dewi Nilowati sumengka dedepak ana Wukir Pujangkara, akarya pasanggiri, duwe kendi pratala, sapa kang kuat ngombe banyune kendi pratala wau dadi jatu kramane Dewi Nilowati**2. Ananging wus pinasthi Sakutrem dadi jodone Dewi Nilowati**3. Marma yuganira si Sakutrem kannen lumebu sayembara marang Wukir Pujangkara**4. Sasapuning ngandika, Sanghyang Kaneka Putra lajeng kundur makahyangan. Begawan Dwapara lajeng kesah ngrumiyen tan pamit**5. Bambang Sakutrem lajeng dinawuhhan ingkang rama dumateng Wukir Pujangkara, nglebeti sayembara**6. Lajeng pangkat kanthi palepattiga.

Kamus
Wukir Pujangkara; Wukir = gunung,
Pujangkara = pemuja angkara / orang yang senang terhadap sifat
angkara.
** Orang yang senang terhadap teori penegakan hukum dengan cara yang sangat keras. Yaitu teori penegakan hukum dengan cara tanding, botoh dan swiping massa. **

Nilo Wati ; Nilo = warna kelabu / orang yang tidak jelas dia orang baik atau jelek.
Wati = baik / cantik
** Orang yang tidak jelas apakah dia orang baik atau orang jelek, tapi sesungguhnya dia orang yang baik. **


Terjemah
1 K H Nurhasan berkumpul dengan santrinya yang durhaka (* puthut supolawa ), ulama yang terpengaruh politik, dan pak Harto.
2 Datanglah CIA sebagai utussan sekjen PBB memberi tahu tentang orang durhaka yang ditahan ( interogasi ) ternyata dia orang yang sangat menarik, dia memang tidak jelas orang jahat atau bukan. Dia adalah orang yang memegang dana amanat. Siapa yang bisa memenuhi persaratan memegang dana amanat tadi, suatu saat nanti akan mengelolanya (* jatu kramane ).
Baca JP – XA Dukungan Amerika Serikat terhadap Soeharto no, 3 ** TENTANG jatuhnya BK, Dewi sangat yakin bahwa BK Jatuh atas keterlibatan CIA. Untuk memperkuat pernyataannya itu, Dewi memperlihatkan 10 fotokopi dari tiga surat penting yang disebutnya sebagai bukti otentik keterlibatan CIA dan AS.**3
3 Tapi sudah jelas kalau pak Harto bisa mengelola dana itu. K H Nurhasan tahu ( memberi tahu supaya ? ) pak Harto mengikuti / mencari dana amanat yang pemegangnya tinggal / berkumpul dengan orang yang jadi pemuja angkara.
4 Kyai yang sudah tidak lagi murni seorang kyai ( bhs jawa, kedonyan / terpengaruh dunia ), berusaha mencari duluan.
5 Ulama-ulama yang gagal mendapatkan dana amanat lalu pergi / tidak ngurusi dana amanat lagi.
6 Pak Harto dinasehati oleh K H Nurhasan agar mencoba berusaha mendapatkan dana amanat yang saat itu dipegang oleh orang yang mengidolakan penegakan hukum dengan hukum rimba belantara total.


10 Madeg madyaning wana, Prabu Drumanasa, nata ing Madenda, lawan Patih Dendaka, ing ngadep para punggawa**1. Sri Drumanasa nedya ngluruk dateng ingkang uwa Prabu Dwapara. Tan dangu rawuhira Begawan Dwapara, lajeng sajarwa lalam pahanira sadaya, sarta ngedekti sayembara dateng Wukir Pujangkara**2. Sri Drumanasa nayogyani. Lajeng anderekaken lampahira ingkang uwa Begawan Dwapara lajeng bidal.**3

Kamus
Dru Manasa ; Dru = dra / cidra / durhaka
Manasa = manusia
** Manusia-manusia yang durhaka. **

Madenda = orang yang ingin membalas dendam.

Basu Nanda ; Basu = ( sekarang ) Bos / pimpinan
Nanda = nandangi / mengerjakan
** Pimpinan yang ditugasi melaksanakan terjadinya G 30 S .**


Terjemah
1 Seorang pemimpin yang durhaka, dia jadi pimpinan yang ada hubungannya dengan agama ( bisa menteri agama, ketua majlis ulama, …? ) bersama wakilnya ingin datang ketempat seniornya.
2 Mereka sepakat untuk ikut mencari ( mendapatkan ) harta / dana amanat itu.
3 Pimpinan dari manusia yang durhaka menyetujui. Mereka kemudian mengikuti seniornya.
** Tak lama setelah peristiwa G 30 S banyak, orang yang berusaha mendapatkan dana amanat itu.

11 Madeg Dewi Nilawati ing Wukir Pujangkara, sami ngadep kendhi pratala, datenging Begawan Dwapara lawan Prabu Drumanasa twin Patih Dendaka, sapunggawanipun**1. Kasaru datengipun Bambang Sakutrem, lajeng sami wiwit ngunjuk tirta ing kendhi pratala**2. Bagawan Dwapara ngunjuk rumiyin tan kuwawa panasing taya andawah. Lajeng Prabu Drumanasa gantos-gantos sami tan kuwawi bentaring toya. Merang lajeng sami kesah**3. Bambang Sakutrem lajeng ngunjuk tirta kendhi pratala kuwawi**4. Terta kaunjuk telas, sang dewi tan lenggana, sigra bineta kundur dateng pratapan wukir retawu**5

Terjemah
1 Pemegang dana amanat yang pura-pura jadi pemuja angkara, kedatangan orang yang berusaha mendapatkan dana amanat itu.
2 Pak Harto dan orang lain yang tahu dana amanat berusaha mendapatkan. Setelah ada pak Harto semuanya lalu dites, siapa yang bias memenuhi persyaratan yang bias memegang dana amanat.
3 Mulai dari kyai yang tamak, pemimpin urusan agama yang durhaka, semuanya tidak ada yang cocok memegang dana itu.
4 Pak Harto berusaha mendapatkan dana itu, bisa memenuhi syarat tapi pemegang dana tidak setuju.
5 Akhirnya dana itu diamanatkan pada pondok pesantren.
** Konon K H Nurhasan dan keluarganya tahu tentang dana amanat itu. Dia mendapat amanat, diberi hak kapan mengambil dana itu. Dana itu hanya bisa diambil setelah satrio piningit muncul. K H Nurhasan diberi hak untuk menentukan kapan pengambilan bukan untuk mengelola.**
** Beberapa ulama senior LDII memang kadang ada juga yang bercerita tentang dana / harta amanat.


12 Madeg Bagawan Dwapara, Prabu Drumanasa, lawan patihira nama Patih Dendaka, sapunggawa sadaya, rembag ; Dewi Nilawati sampun kabekta Bambang Sakutrem dumateng Sapta Arga. Mila karsanipun sami nututi ngrambaseng Sapta Arga**1. sasampuning samekta lajeng bidal sawadya.

Terjemah
1 Kyai-kyai yang tahu kalau dana amanat kini diamanatkan kepondok, mereka berusaha mendapatkan dana itu. Mereka menyiapkan orang –orang yang bisa membantu.



13 Madeg ing wukir Sapta Arga, Resi Manu Mayasa, ing ngadep Puthut Supalawa, datengipun kang putra Bambang Sakutrem lan Dewi Nilawati, twin palepatiga ingkang umiring, sang resi sak langkung suka, kang putra lajeng dinauppaken, kasaru datenging mengsah saking Madenda**1. Puthut Supalawa medal ing jawi twin para wasi jajanggan sedaya, lajeng prang sampak, Bathara Bayu tumurun angembul prang**2. Mengsah Madenda larut kabuncang ing angin**3. Sabibaring prang Sanghyang Bayu wangsul makahyangan, Resi Mamu Mayasa, Bambang Sakutrem, Puthut Supolawa dalah palepattiga sami bojana andrawina.

Terjemah

1 Perselisihan sengit terjadi antara K H Nurhasan, santri (yang sekarang sudah murtad), dan pak Harto melawan orang yang berusaha merebut dana amanat.
2 Datanglah staf PBB membantu. Lama-lama orang yang berusaha merebut dana amanat kalah. Perselisihan selesai staf PBB kembali.
3 Kekalahan mereka dan keberadaan dana amanat sekarang hanya jadi pembicaraan / desas-desus.


Masalah harta atau dana amanat. Cerita tetang dana amanat ada dalam pewayangan, juga beredar dimasyarakat hingga saat ini. Dana amanat itu insya allah bisa didatangkan. Adapun caranya adalah sebagai berikut. Jongko terjemah pewayangan ini diceritakan pada masyarakat dulu hingga mennggemparkan masyarakat. Setelah masyarakat heboh nanti akan ada perintah dari keamiran kepada satrio piningit untuk mengambil dana / harta amanat.
Jangka ini berlanjut kecerita berjudul “ Sumantri Ngenger


JP – 6 Palasara Lahir

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar