Senin, 10 Desember 2012

Kata Pengantar




Kata Pengantar
                  
Assalamu`alaikum warahmatullaahi wabarokaatuhu

            Saya merasa sangat bersukur kepada Allah swt yang telah memberikan kemampuan, kelapangan dada serta kesempatan dalam membuat tulisan ini. Saya berharap tulisan yang saya buat ini akan sangat bermanfaat bagi umat manusia dalam menghadapi permasalahan akhir zaman ini. Mungkin teori nenyelesaikan permasalahan dengan cara seperti ini terasa tidak wajar. Saya yakin insyaallah teori / cara saya ini bermanfaat untuk menuntaskan permasalahan dunia. Silahkan disimak uraiannya.
           
            Selama puluhan bahkan ratusan tahun bangsa Indonesia menungu datangnya juru selamat yang akan membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang subur makmur gemah ripah loh jinawi tata tertib tentrem kerta raharja. Orang yang sangat dinanti-nanti itu tidak lain adalah Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) dan Ratu Adil. Siapakah Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) dan Ratu Adil itu ? Dimana keberadaannya ? Dan kapan muncul ?

            Singkat uraian tentang ratu adil. Ratu adil itu bukanlah seorang pemimpin yang memimpin negara secara terang -terangan. Melainkan seseorang yang memimpin sekelompok umat islam yang berusaha menerapkan agama islam yang sebenarnya. Sebab agama islam dipraktekkan yang sebenarnya, nanti akan terwujudlah keadilan. Sedangkan masyarakat suatu negara akan ikut merasakan keadilan sebab mengikuti petunjuk dari seorang pemimpin sekelompok umat islam yang adil.

            Sekarang saya uraikan tentang Satrio Piningit. Pengertian kata-kata Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) adalah ; satrio yaitu seorang ksatria (penegak kebenaran), piningit berasal dari kata pingit, yang artinya orang yang tidak ditampakkan (disembunyikan / dirahasiakan), jadi yang dimaksud dengan Satrio Piningit  (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) adalah seorang ksatria yang tidak ditampakkan kepada umum secara terang-terangan, tapi dengan cara rahasia umum. Dia jadi idola masyarakat Indonesia bahkan sedunia. Keberadaannya memang tidak ditampakkan pada masyarakat karena bisa menimbulkan rasa iri dan dengki. Sebab begitu banyaknya orang yang merasa iri dan dengki kepadanya. Untuk mengurangi rasa iri dan dengki serta menjaga keselamatan dirinya, terpaksa dia tidak menampakkan jati dirinya kepada masyarakat sedunia. Tidak minta-minta dirinya diakui sebagai Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?). Seandainyapun terpaksa dia ditampilkan ditelevisi terpaksa memakai penutup wajah (bertopeng). Masyarakat sedunia nanti tidak akan melihat wajah Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) ditampilkan ditelevisi, koran-koran, majalah-majalah dan lain-lain. Masyarakat sedunia tetap akan tahu siapa yang jadi Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?), tapi orang yang jadi Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) itu sendiri saat tanpa topeng tidak mau mengatakan dia yang jadi Satrio Piningit  (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?). Pengakuan sebagai Satrio Piningit saat tanpa topeng secara terang –terangan itulah yag bisa mengundang rasa iri dan dengki yang bisa mengancam keselamatan jiwa. Siapa sesungguhnya Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?), suatu saat nanti akan jadi rahasia umum masyarakat sedunia. Siapa yang berani membuka jati diri Satrio Piningit, dialah yang nanti akan dipersalahkan sebagai orang yang memancing perang dunia ketiga.

            Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) itu sudah dijangka / diramal / prediksi dalam berbagai jangka / ramalan / prediksi. Ada dalam jangka / ramalan Jayabaya, jangka / ramalan sabdo palon noyo genggong, jangka pewayangan, dan lain-lain. Beberapa diantaranya sebagai berikut;
1.         Menurut jangka / ramalan Jayabaya, Satrio Piningit berasal dari sebelah barat sungai brantas.
2.         Jangka sabdo palon menceritakan ratu adil ketok melok-melok cetho welo-welo th 2008. Ratu adil dan Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) itu tidak sama, memang nanti akan tampak jelas dalam waktu yang bersamaan. Dalam jangka Jayabaya disebutkan juga ratu sebagai ratu sakembaran.  Prakteknya, sesungguhnya dia satu orang tapi beda penampilan bahan pembahasan. Disaat memakai topeng yang dinahas jongko (ratu nganggo slendang), disaat tanpa topeng yang dibahas penerapan jongko diselaraskan denganhukum konvensional (ratu nganggo klaras).
3.         Diserat pedalangan ringgit purwa, satria piningit mempunyai nama (julukan yang                                                       jumlahnya banyak. Diantanya disebut suka srana (orang yang senang membantu), jawata linuwih (yang mepunyai pengetahuan lebih) , pulang geni (orang yang bisa memberi nasehat bagaikan pulung dalam perang / dalam keadaan kacau) , jamus kalima sada ( jamiatul muslimin kalimah sahadat / dia adalah orang islam yang menjalani / menerapkan agama islam secara berjamaah, dewa ruci (orang kecil / masyarakat biasa yang akan jadi juru kunci bagi TNI), Sanghyang baruna (orang yang berhak mengendalikan dana amanat dari pak Karno)
4.         Pada cerita ande-ande lumut, Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) diceritakan sebagai ande-ande lumut / panji asmara bangun (panji pembangunan bangsa). Cerita ande-ande lumut dari Kediri. Dalam cerita, panji asmara bangun terbawa angin tenggara dan jatuh diarah barat laut. Maksudnya, semenjak terpuruknya bangsa Indonesia setelah jajak pendapat di Timor Timur, orang yang akan membangkitkan bangsa Indonesia dari keterpurukan berasal dari arah barat laut Kediri, dekat dengan candi (candi rejo) dan / antara rawa-rawa ( njali ).
5.         Dalam jangka dari Jawa Tengah diceritakan sebagai Bandung Bondo Wasa (orang  yang tak terkendali / tak bisa diatur tapi justru malah mengatur / mendikte cukup dengan bermodalkan ucapan yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat. Sekali keterangan disampaikan kemasyarakat akan terpengaruh, bagaikan diracun dengan kata-kata.
6.         Menurut jangka mataram / daerah sekitar Solo, Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) diceritakan sebagai Satria Mandala. Kata-kata mandala mempunyai arti; man ( bhs arab ) artinya seseorang, dala / dholala ( bhs arab ) artinya sesat , ( petunjuk ) penyesatan. Maksudnya, seseorang yang menghadapi dengan cara memberikan keterangan yang menjebak / menyesatkan. Jadi semua saingan atapun lawan akan jatuh (kalah) gara-gara mendengarkan ucapannya. Aapabila ucapannya tidak ditanggapi, muka serasa diobok-obok.:
       
            Cepat lambatnya Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) muncul ditengah-tengah masyarakat tergantung cepat lambatnya terjemah jangka-jangka pujangga tanah jawa diketahui masyarakat. Semakin cepat jangka diketahui, semakin cepat pula Satria Piningit muncul. Satria Piningit adanya dalam jangka, nanti bekerja juga berdasarkan keterangan yang ada dalam jangka. Tugas Satria Piningit adalah menegakkan kebenaran dengan bimbingan para pujangga, menyampaikan nasehatnya para pujangga. Cukup berbekal jangka pujangga tanah jawa, Satria Piningit nanti akan membongkar peristiwa-peristiwa besar di Indonesia dan didunia, masalah-masalah tertentu yang sangat berat.
            Apakah orang bertopeng yang nanti akan mendatangkan harta amanat leluhur bangsa diakui sebagai Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) atau bukan itu semua terserah masyarakat. Jadi seseorang itu dinyatakan sebagai Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) atau bukan itu tergantung kepentingan. Apabila dirasa mengikuti nasehat jangka itu menguntungkan. Maka masyarakat silahkan mengakui orang yang bertopeng itu adalah Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?). Tapi kalau tidak menguntungkan, tidak usah mengakui orang yang bertopeng itu adalah Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?). Kalau tidak diakui memang ada sesuatu yang merugikan, yaitu dana amanat akan ditarik oleh PBB. Disini masyarakat akat menghadapi dilema. Mengikuti nasehatnya berat, tidak mengikuti nasehatnya dana ditarik lagi oleh PBB. Keadaan seperti ini dalam jongko diterangkan anemahi jaman edan, melu edan ora tahan pra edan ora keduman.
            Dana amanat itu setelah didatangkan tidak diserahkan kepada pemerintah dan dalam pengelolaannya tidak menunggu persetujuan DPR, tapi minta persetujuan dari rakyat. Nanti team penasehat penggunaan dana amanah akan dibentuk sendiri diluar anggota DPR yang ada saat ini. Dengan ketuanya B J Habibie. Disinilah awal mulanya jaman goro-goro.

            Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) hanyalah seorang pujangga / penasehat bagi seorang pemimpin. Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) bukan seorang pemimpin, tapi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap jalannya perpolitikan di Indonesia dan dunia sebab dana amanat tidak bisa dipakai / dimanfaatkan tanpa persetujuannya. Kalau ingin mendapat persetujuan terpaksa mengikuti nasehatnya / komentarnya. Adapun komentarnya sebatas terjemah jongko, orang yang mengikuti jongko memang nanti trerkesan seperti prang edan.
            Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) nanti akan memiliki pengaruh yang sangat besar meskipun tanpa menggunakan kata-kata perintah, permintaan atau permohonan. Dengan pertimbangan apabila nasehatnya / pendapatnya tidak diikuti dana tidak dicairkan. Padahal saat ini dunia diambang perang besar.

            Kenapa Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) tidak memerintah atau melarang, karena orang yang memerintah atau melarang itu harus bertanggung jawab terhadap ucapan-ucapan yang telah disampaikan. Kenapa tidak memohon atau meminta, sebab orang yang memohon atau meminta itu harus mau dimintai saat dunia ini menerapkan hukum pembalasan, yaitu saat dunia menerapkan hulum rimba total.

            Apabila bangsa Indonesia mau mengikuti nasehat dari pujangga tanah jawa terutama nasehat sunan Kalijaga dengan cerita wayangnya insya allah bangsa Indonesia akan jadi negara yang subur makmur gemah ripah loh jinawi. Insyallah dalam waktu kurang lebih 10 tahun, bangsa Indonesia akan menguasai investasi-investasi, perusahaan-perusahaan yang sangat banyak yang mampu mengalahkan Amerika Serikat. Sebelum itu tercapai tentunya harus mampu menghadapi cobaan yang sangat berat. 

            Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) nanti insya allah akan mengatur Indonesia dan dunia dengan cara mempengaruhi pemikiran dengan bayangan-bayangan ( angan-angan ) manusia sedunia. Nanti akan ditunjukkan bayang-bayangnya dalam jangka. Setelah semua orang tahu bayang-bayangnya dalam jangka (bagi yang ada ), nanti masyarakat akan mengikuti tanpa diperintah. Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) mengatur dunia seperti seorang pembawa acara dalam upacara bendera mengatur jalannya upacara bendera.
           
Bagaimana cara Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) menegakkan hukum diseluruh dunia ? dengan menggunakan keterangan pewayangan. Menurut pewayangan, suatu saat nanti akan terjadi sabuah jaman yang sangat menegangkan. Dunia sangat tegang oleh ancaman perang dunia. Karena ada kekawatiran oleh ancaman perang besar yang melibatkan persenjataan nuklir, biologi dan kimia, akhirnya Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) menyampaikan pendapat agar semua masalah diselesaikan dengan hukum rimba total (tanding, botohan dan swiping). Dengan cara ini, semua masalah didunia hampir bisa diselesaikan. Tinggal sedikit yang masih tersisa. Diselesaikan dengan cara penjebakan teroris.

            Semakin cepat terjemah ( isi / nasehat ) jangka pujangga tanah jawa semakin cepat pula Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) muncul. Sudahkah sanak saudara, handai taulan, sahabat anda mengetahui hal ini ? Apabila belum tahu, apakah anda tidak ingin memberitahukan hal ini ? Semakin cepat surat ini tersebar semakin cepat Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) muncul.

            Semoga himbaun / nasehat saya ini segara bisa dirasakan manfaatnya bagi bangsa Indonesia dan dunia. AAMIIIN.

Sedikit tentang penulis.
            Penulis memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1          Tahi lalat ditelapak tangan kiri, ibu jari tangan kiri dan pundak kiri

Al Walid dan Rusydain telah meriwayatkan kepada kami dari Ibni Lahia'h dari Abi Qubail dari Abi Rauman dari Ali katanya : Akan keluar panji-panji hitam memerangi golongan As Sufyani, dikalangan mereka ada seorang lelaki dari Bani Hasyim yang mempunyai tahi lalat pada bahu kirinya, mereka dipimpin oleh seorang lelaki dari Bani Tamim yang digelar Syuaib bin Soleh, mereka akan mengalahkan golongan As Sufyani.
- Alfitan oleh Alhafiz Nuaim bin Hammad (Hadis 863)

Imam Sayuti telah meriwayatkan dari Saidina Ali katanya: Akan keluar panji-panji hitam memerangi golongan As Sufyani, padanya ada seorang pemuda dari Bani Hasyim yang ditapak tangan kirinya ada tahi lalat, yang dipimpin oleh seorang lelaki dari Bani Tamim yang digelar syuaib bin Soleh, mereka mengalahkan golongan As Sufyani.
- Alurful Wardi (m/s 69)

2          Gigi bersulah


Gigi depannya bersulah, yaitu tumbuh secara hampir membujur.
            Tidak ada sebuah hadis pun yang menceritakan tentang hal ini. Tidak pula dari keterangan para tabiin atau tabiit tabiin. Imam as-Sayuti juga tidak pernah menceritakan sifat ini dalam kitab-kitabnya. Keterangan ini dijelaskan oleh ulama-ulama dari kalangan Bani Tamim yang tinggal di Jordania. Pendapat ini juga masyhur di kalangan para ulama hadis di Jordania. Cuma dinyatakan datang melalui ilham atau rasa hati yang Allah campakkan langsung ke dalam hati hamba-Nya yang saleh di kalangan mereka tentang sifat-sifat ini.            
Maknanya, berita ini datangnya dari orang yang bertaraf wali Allah dan dipercayai oleh masyarakat Jordania, terutama yang berketurunan Bani Tamim atau Bani Tamim. Mereka juga sedang sibuk mencari orang yang sifatnya demikian, berdasarkan keterangan oleh wali Allah itu.         .
3          Tinggi badan sedang, 160 cm
Dia bertubuh serba sederhana.
            Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, bentuk tubuhnya tidak besar (gemuk) dan tidak kecil (kurus). Tubuh badannya adalah serba sederhana, sesedap mata memandang. Sifat demikian adalah ciri-ciri khusus yang hanya terdapat pada beliau seorang saja. Jika ada orang yang mengaku dirinya Putra Bani Tamim tetapi kelihatan tubuhnya besar, gemuk, kecil atau kurus, maka ciri-ciri dirinya itu tidak menepati kehendak dan maksud sebenar Putra Bani Tamim. Ciri-ciri ini dikemukakan oleh Imam as-Sayuti dalam kitabnya al-Jami'us Soghir dan juga berdasarkan keterangan yang turut diberikan oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami.

4          Kulit kuning langsat

5          Dari suku bangsa timur (jawa)

6          Bahasa ‘ajam ( bahasa Jawa dan Indonesia )
            Bahasa yang  digunakan sehari-hari adalah bahasa jawa.           

7          Umur antara 35 tahun sampai 40 tahun
            Lahir tahun 1972, di Jawa Timur, Indonesia.

Beberapa terjemah wayang yang sudah diartikan diantaranya judul
Lampahan para dewa;
1          Nguno-ngruni;
                   * Dunia dibagi dua golongan blok sana ( non islam ) blok sini ( blok islam )
2          Watu Gunung
                   * Raja Faisal dari kerajaan Saudi
3          Mumpuni
       * Orang yang mampu
4          Amikukuhan
                   * Orang yang berpendirian teguh
5          Sri Maha Punggung
                   * Orang yang sangat kuat memikul beban 
6          Bethari Sri Mantuk
                   * Orang yang sangat penting kembali
7          Purwakala / Murwakala

Lampahan jaman pandawa
1          Sanghyang Wisnu Krama
           
2          Bermana-Bermani
                   * DK PBB membentuk dua team …
3          Manu Mayasa Rabi
                   * K H Nurhasan bekerja sama
4          Bambang Kalingga ( Bambang Sakutrem )
                   * Idola bangsa Amerika Serikat
5          Jamur Dipo
                   * Jamiatul Muslimin Calon Pemimpin
6.         Palasara Lahir
                   * Munculnya pemikir yang sangat penting
7          Palasara Krama
                   * Pemikir yang sangat penting, bekerja sama
8          Dewa Brata Rabi
                   * Kyai Langitan bekerja sama
9          Pandu Lahir
                   * Munculnya bapak pembimbing ( B J Habibie )
10         Nara Soma
                   * Seseorang yang mendapat pengampunan dari gerilyawan
11       Puntadewa lahir
                   * Munculnya orang yang mumpuni menata ( Susilo Bambang Yudoyono )
12       Suyudono lahir
                   * Munculnya orang yang su’udzon / berprasangka buruk 
13       Bimo Bungkus
                   * TNI Masih belajar di AS
14

15
           
16

17

18

19

20       Arya Prabu Rabi

21       Ugraseno Rabi
                  *  Inggris bekerja sama mencari dana amanat
22       Bambang Sucitra Rabi
                   * Orang yang sedang jadi perhatian bekerja sama
23       Pandu seda kasendal mayang
                   * B J Habiebie lengser sebab jadi omongan
24       Palgunadi
                   * Orang yang paling berguna ( di Pentagon )
25       Pandawa apus
                   * Anak didik B J Habibie hilang lobi polotiknya
26       Arjuna apus
                   * LDII menghilang ( tidak punya pengaruh politik )
27       Bondan Paksa Jandu
                   * Pembimbing yang memaksa
28       Bale sagala-gala
                   * Balai sang petarung
29       Raden Seta Krama
                   *
30       Untara / Wratsangka Krama
                   * Wilayah Indonesia bagian utara yang dianggap prawiro ( Ambalat )
31       Babad Wana Marta
                   * Wayang diterjemahkan dan dijadikan petunjuk
32       Arimbo Wana Marta
33       Sayembara Gondomono
                   * Kisruh masalah MUI / Majelis Ulama Indonesia
34       Mustaka Weni
                   * Pimpinan yang mengacau
35       Kuntul Wilanten
                  * Pasukan elit TNI AL ( yang berseragam putih )
36       Lambang Kara
                    * Lambang permasalahan
37       Panca Wala Kalarung
                   * Team pengajar Pancasila (P4), mengajar keluar negeri
38       Antasena Lahir
39       Gathut Kaca Lahir
                   * Munculnya
40       Pergiwa – Pergiwati
                   * Perguruan Beladiri LDII yang kuat – yang cantik \ indah
41       Raden Gathut Kaca Rabi Kaliyan Pergiwa
42        Sasi Kirana
43       Raden Gathut Kaca Dadi Ratu Ing Pringgondani
44       Brojo Denta / Braja Musti
45       Sri Dento
46       Tragu Waseso
47       Sena Rodra
48       Gondo Wardoyo
49       Semar Anjantur
50       Darto Krama
51       Jaka Lambang / Abi Manyu Lahir
                   * Orang yang jadi perlambang
52       Sumbadra Larung
                   * Corong politik Satrio Piningit dikirim ke LN
53       Bambang Wijo Narko / Abi Manyu Rabi
54       Murca Lelana
55       Kitiran Pethak
56        Wayang Gono
57       Sendu Sena
58       Cekel Endra Laya
59       Sido Jati Sido Lamong
60       Andanu Maya
61       Pandu Bergolo
                   * Habibie bergolak
62        Bambang Margono
63       Suksweta Andadari
                   * Besok akan dating masa depan yang cerah
64       Sumong
65       Bambang Manumbawa
66       Makutha Rama 
67       Wahyu Cokro Ningrat
68       Peksi Jawata
69       Cocogan
70       Sri Kandi Maguru Manah
71       Cokro Nagara
72       Kandi Hawa
                   * Simpanan hawa nafsu
73       Nirbita
74       Jala Sengara / Erang Baya
75       Turangga Jati
76       Rondo Widodo
77       Swarga Bandang
78       Alap-alapan Rarasati
79        Alap-alapan Ulupi
80       Bambang Jenggotho
81       Irawan Maling
82       Gambang Anom
83       Bambang Jogo Nolo
84       Irawan Maling
                   Dan masih banyak judul yang belum disebutkan disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar