Rabu, 12 Mei 2010

Lampahan Suyudana Lahir

JP – 12 Suyudana Lahir
SUYUDANA LAHIR

1 Jejer ing nagari Ngastina, Prabu Krisna Dipayana mios ing pancaniti, ingkang sumiwi putra Raden Arya Dastrarastra twin Raden Arya Widura, miwah patih Gandamana, Resi Dewa Brata pinuju tugur wonten Ngastina, awit Retna Anggendari anggenira wawrat sampun dewasa**1. Ingkang dipun rembag anggening anggarbini Dewi Anggendari wau, dene sampun dewasa dereng wonten antawisipun lair jabang bayi**2. Srinata lajeng angarsa tindak ing kaputren dalemipun Raden Arya Drastarastra. Raden Arya Pandu Dewanata tansah kinanthi tan kengeng pisah**3. Sawusira imbal wacana, kundur karsa busana.

Kamus
Suyudana = Su’udon (bhs. Arab)
# Orang yang berprasangka buruk, menuduh, meneror, dll. Dia adalah orang yang banyak membuat berita bohong, fitnah, tuduhan jelek dan lain-lain. Cerita ini kalau diteliti ternyata mengarah pada ceritanya tiga presiden Amerika Serikat yang terakhir yaitu Clinton, Bush jr dan Obama.

Terjemah
Munculnya Tukang Su’udhon /
Orang Yang Berprasangka Buruk
( Clinton, Bush jr, Obama )
Ceritanya, suatu saat nanti terjemah cerita wayang ini insyaallah akan diketahui oleh masyarakat luas / sedunia. Semua orang ingin tahu benar tidaknya cerita wayang ini, apakah akan terjadi sungguhan ataukah tidak? Waktu itu yang dinanti-nanti adalah masalah keadaan masyarakat sedunia yang akan terbagi menjadi dua golongan besar. Yaitu, golongan yang akan mengikuti nasehat / bimbingan dari Habibie ( Pandawa ) dan orang yang akan mengikuti nasehat / bimbingan dari Gus Dur ( Kurawa ). Cerita yang seperti ini apakah akan terjadi sungguhan ataukan tidak ?
1 Orang-orang penting / berpengaruh di Indonesia sedang memperhatikan perkembangan politik. Diantaranya adalah; keamiran, ulama sepuh LDII (Krisna Dipayana), Gus Dur (mantan Presiden RI yang saat menjabat banyak mendapat cercaan bagi bangsa Indonesia /Dastrarastra), ada juga ulama-ulama yang berpengaruh kuat dalam pemerintahan Indonesia (MUI / Gandamana).
2 Yang mereka tunggu-tunggu adalah kemunculan dari pendukung-pendukung Gus Dur (Dastrarastra) yang selama ini mereka lakukan dengan cara sembunyi-sembunyi (Anggendari).
# Pendukung itu berasal dari dalam dan luar negeri.
3 Habibie sendiri terus mendekat dengan keamiran.
# Mungkin kejadian ini terjadi saat jangka sudah mulai dibaca sehingga masyarakat baru bisa mengerti. Karena perkembangan keadaan dunia yang semakin lama semakin tegang, Habibie memilih mendekat pada keamiran LDII.

2 Madeg ing gupit mandragini, sang padmi wara Dewi Ambiki twin Retna Ambini, miwah putra Dewi Kunthi Nali Branta. Imbal wacana, dene sang nata dangu dennira mios ing pancaniti. Dereng watawis dangu kasaru rawuhipun nata Krisna Dipayana, pinethuk ing garwa, miwah Dewi Kunthi methuk aken ing raka Raden Arya Pandu Dewanata, Dewi Madrim tan pisah, sampun satata lenggah. Sri Krisna Dipayana imbal wacana, anggenira dangu mancaniti. Sang prabu sigra tindak maring Kadipaten dalemira Raden Arya Dastharastra, ingkang umiring para garwa twin putra Raden Arya Pandu Dewanata**1.

Terjemah
1 Perkembangan politik terus dipantau oleh orang-orang penting dan berpengaruh.
# Mungkin seiiring banyaknya keterangan jangka tanah jawa yang sudah mulai tersebar, mereka jadi cemas dengan keadaan dunia. Sepertinya jangka ini memang benar-benar akan terjadi. Jadi keadaan dunia terus dipantau yang semakin lama semakin tegang. Mereka sendiri juga sedang cemas menunggu kepastian benar tidaknya pendukung Gus Dur akan muncul / menampakkan diri (lahir).


3 Madeg ing paseban jawi, Patih Arya Gandamana, twin para punggawa, raden Pandu, twin andaka sumolor. Ingkang rinembag; anglampahi ayahan amaringngi tedha dateng sagung para fakir miskin bawah Ngastina sadaya. Punggawa samya pinatah-patah, sigra bidal**1.

Terjemah
1 Orang-orang yang ada diluar pemerintahan terus memberikan nasehat kepada bangsa Indonesia seiring perkembangan keadaan zaman yang semakin tidak menentu. Diantaranya ada MUI, Habibie dan lain-lain. Tugas memberikan nasehat dibagi-bagi disesuaikan keahliannya / bidangnya.


4 Madeg ing nagari Gumbarja, Sri Yaksendra prabu Kala Werdati, ingadep patih Kala Pramuka, emban yaksi nama Yaksiki**1, ingkang rinembag, badhe males ukum dateng raja Ngastina, duksedaning rama dening prabu Krisna Dipayana**2. Emban Yaksiki amambengngi, luung anduta punggawa ditya rumiyin supados adamel margi ngiras mepag wadya bala, awit dereng dangu dennira kasar ing yudha**3. Sang prabu karenan ing galih, lajeng animbali ditya nama Kala Prayuga**4, dinawuh aken dateng para punggawa, lumampah lumurug dateng nagari Ngastina

Kamus
Parang Gumbarja = Parang; senjata, orang bersenjata, tentara
Gumbarja; gambar raja, bayang-bayang raja
# Oknum TNI yang dalam menjalankan aksinya dibayang-bayangi / diperintah oleh mantan penguasa / mantan Presiden. Semua oknum TNI yang pernah terlibat kudeta yang gagal. Kejadian ini terjadi diawal kepemimpinan Presiden Habibie. Menurut cerita pewayangan, esungguhmya kudeta itu memang ada dan ada yang memerintah. Dalang yang sesunggunya dari kudeta itu adalah pemimpin yang lengser yaitu Soeharto. Ini sudut pandang pewayangan.

Kala Para Muka = Kala;
Para; kumpulan orang-orang
Muka; orang yang terpandang / terkenal
#Orang yang jahat dan dia adalah orang yang terkenal / terpandang pada saat ini. Orang ini termasuk orang yang dekat / terlibat dengan oknum TNI yang gagal kudeta.

Yaksiki = Yaksi; buta, orang jahat
Ki; ini
#Orang jahat dan sampai sekarang mungkin masih menjadi pejabat di pemerintahan.

Kala Prayuga =Kala; orang jahat
Prayoga; sanak famili / keluarga
#Orang jahat yang masih ada hubungan dengan pemimpin / Presiden yang lengser.

Terjemah
1 Sekarang membahas tentang sekumpulan oknum TNI / mantan TNI yang dibayang-bayangi / samar-samar mendapat perintah dari mantan presiden (Parang Gumbarja). Orang itu pernah menginginkan jadi seorang pemimpin (Kala Werdati) dan dia juga punya anak buah yang jadi orang-orang terpandang (Kala Pramuka).
2 Ia ingin membalas rasa sakit hatinya karena atasannya lengser dari kepresidenan. Kejadian lengsernya presiden, ini terjadi melibatkan turut campurnya keamiran LDII (Krisna Dipayana). Karena itulah oknum TNI yang gagal kudeta berusaha membalas raa sakit hatinya pada keamiran dan yang memiliki rasa simpati terhadap keamiran (jamaah). Untuk melancarkan usaha balas dendam ini, diutuslah orang jahat yang masih ada hubungan dengan keluarga dari mantan pengusa yang lengser.
3 Sebagian diantara manusia jelek itu ada yang berpendapat, untuk membalas pada LDII dan simpatisannya memanfaatkan dulu orang kecil sambil mengumpulkan orang – orang kuat yang akan membantu.
4 Pimpinan penerus Soeharto setuju, untuk sementara waktu dimanfaatkanlah orang yang masih memiliki hubungan keluarga.
# Cerita yang ada di LDII sebelum masa jabatan Pak Harto yang keenam selesai. Keamiran LDII pernah dimintai dukungan agar pak Harto tetap jadi presiden pada masa jabatan yang ketuju, tapi ditolak oleh keamiran. Beberapa tahun kemudian saat pemilihan presiden RI di MPR, keamiran mendukung Megawati sebagai presiden RI. Walaupun pada awalnya hanya bisa jadi wakil presiden. Apakah kejadian ini membuat sakit hati keluarga cendana?
# Karena keamiran tidak mau mendukung Soeharto pada masa jabatan yang ketuju, pak Harto sejak saat itu kehilangan tuah sepiritual. Pewayangan, seta dewaji kehilangan kembang wijaya kusuma.
# Cerita lengsernya Suharto (Seta Dewaji) oleh Megawati (raja Singgala Pura) ada dalam pewayangan.
.

5 Madeg ing paseban jawi, para punggawa ditya, Kala Minang Sraya, twin ditya Kala Badama**1. Kasaru datengipun ditya Kala Prayoga saking ngabyantara, rembag siyaga dadamel badhe pangkat dateng nagari Ngastina. Sasampuning samampta, lajeng bidal Togog twin sarahito dadya cucuking lalampah**2. Mangkono lampahira. Sareng dumugi ing margi kapapag wadya Ngastina ingkang andum barana dateng para fakir miskin. Wasana sulayaning rembag dadya prang**3. Mboten wonten kang kasarran lajeng sisimpangan margi

Kamus
Kala Minang Sraya = Kala; orang jahat
Minang; mana, permana, sangat vital
Sraya; bantuan
#Orang penting yang memberi bantuan untuk tujuan yang sangat vital, misal merebut kekuasaan.

Kala Badama = Kala; orang jahat
Badama; dam (arab), pembalasan,
#Orang jahat yang berusaha balas dendam.

Teja Sabawa, Teja Swara = Teja; orang yang sedang jadi perhatian
Sabawa = si wibawa, orang yang berwibawa
Swara = suara, ahli pidato, jurkam, dll
#Orang yang jadi perhatian karena dia orang yang berwibawa.
#Orang yang jadi perhatian karena dia ahli pidato, jurkam,dll.


Terjemah
1 Usaha untuk balas dendam mulai dijalankan oleh orang-orang jelek / jahat. Pelaksana dari usaha balas dendam itu adalah orang yang memiliki posisi yang penting / dominan (Kala Minang Sraya).
# Mungkin yang dimaksud adalah orang itu memiliki posisi yang penting dipemerintahan.
2 Diantara mereka ada juga yang masih memiliki hubungan dengan keluarga (Kala Prayoga). Mereka semua mendapat nasehat / masukan dari orang-orang yang durhaka (Togog twin Saraito dadya cucuking lampah).
3 Usaha mereka untuk balas dendam baru dikerjakan, sudah ada perselisihan dengan orang-orang yang simpatik terhadap keamiran ( LDII). Kejadian ini tidak berlanjut.
# Mungkin setelah jangka dibaca keluarga cendana akan membalas dendam kepada keamiran / LDII.
# Jangka ini berhubungan dengan lampahan babad wana marta.
.

6 Madeg ing giri purna, para siswa nira Resi Dewa Brata**1, kang tengga ing pacrabakan, ing ngadep putra nira kakalih Bambang Teja Sabawa, twin Bambang Teja Swara**2. Ingkang rinembag, putra kakalih sami kepengin suwita ing nagari Ngastina**3. Wasi Teja nata suking galih**4. Bambang Teja Sabawa twin Bambang Teja Swara nuun pamit rinillan. Lajeng bidal ingiring cantrik kakalih, lajeng lampahipun.

Kamus
Wasi Teja Noto = Wasi; wasita (orang yang mengerti)
Teja= orang yang sedang bersinar / jadi perhatian
Noto= pemimpin


Terjemah
1 Kyai langitan / Ulama NU (Dewa Brata) yang suatu saat nanti tidak ngurus lagi masalah penyampaian ilmu agama di pondok (Giri Purna),
2 Dia mempunyai murid / sebagian dari mereka ada yang menjadi orang berwibawa yang jadi perhatian masyarakat (Bambang Teja Sabawa) dan ada juga yang jadi penasehat / juru bicara yang jadi perhatian masyarakat (Teja Swara). Muridnya itu sustu saat nanti akan diminta oleh kyai langitan untuk menggantikan dirinya dalam urursan tertentu.
3 Anak buah kyai langitan yang berwibawa dan juga sebagai juru bicara itu, suatu saat juga ingin ikut terlibat masalah cerita pewayangan.
# Uriusan apa…?
4 Mereka ingin ikut serta membahas sebuah masalah ( ? ), murid yang lain yang memiliki ilmu “Waspada keadaan jaman” mengiyakan
# Mungkin saat jangka ini mulai dibaca, banyak Ulama-ulama NU yang tersinggung dengan isi jangka. Mereka mulai mempelajari isi jangka. Hubungan antara LDII dan NU / Ulama sepuh LDII dengan Ulama NU masih akrab.


7 Madeg samadyaning wana, lampahiro Bambang Teja Sabawa twin Bambang Teja Swara kapapag baris ditya saking parang Gumbarja**1. Pasulayaning rembag dadya prang. Punggawa yaksa titiga pejah sadaya**2. Bambang Teja Sabawa twin Bambang Teja Swara lajeng lampahira**3.


Terjemah
1 Ketika keadaan dunia sudah mulai ruwet / tegang, tanpa disangka-sangka sebagian Ulama NU bertemu dengan orang-orang yang ingin balas dendam (Parang Gumbarja) terhadap LDII.
2 Orang yang mempunyai tujuan balas dendam dapat dikalahkan oleh Ulama / wakil NU yang berwibawa (Teja Sabawa) dan yang jadi juru bicara (Teja Swara) yang jadi perhatian masyarakat.
3 Orang yang berwibawa dan jadi juru bicara melanjutkan niatnya.
#Besok akan ada perselisihan antara Ulama-ulama NU dengan orang yang ingin balas dendam terhadap keamiran. Kejadian ini terjadi waktu hubungan antara NU dengan LDII masih baik


8 Madeg ing jonggring saloka, Sang Hyang Guru miyos lenggah ing marcukanda, ingadep para jawata, ingkang mungging ngarsa Sang Hyang Narada, Sang Hyang Brama, twin Sang Hyang Endra, Sang Hyang Sambu, Sang Hyang Yamadipati**1. Sang Hyang Miwah ngandika marang Sang Hyang Kaneka Putra**2. Punapa ingkang dados gegering suralaya**3. Sh Narada matur; punika pratigya nira Retna anggendari, karya cacangkoking prang Bratayuda Jaya Binangun**4, Sri Krisna Dipayana sampun anekseni, ing benjing dadosing prang, Sang Hyang Narada sampun tumurun maring Ngastina**5.


Terjemah
1 PBB suaatu saat nanti akan membahas sebuah permasalahan, kegemparan ini akan dibahas oleh Sekjen PBB (Hyang Guru) dan semua Badan-Badan dunia yang lain.
2
3 Masalah apa yang telah menggemparkan / jadi pembicaraan di PBB.
4 Masalah yang menggemparkan itu adalah perantara / penghubung gelap antara pemerintah Australian (Anggendari) dengan Gus Dur. Dia akan menanamkan benih-benih terjadinya perang dunia.
5 Kejadian disaksikan oleh keamiran LDII dan juru bicara / penerangan PBB yang teryata anggota CIA.
# Benih-benih permasalahan perang dunia itu yang menanamkan / memulai adalah penghubung gelap antara Australia dengan Gus Dur. Penghubung gelap antara Australia dengan Gus Dur itulah yang dalam pewayangan dikatakan anggendari.
# Sifat fanatik Gus Dur kepada Israel itulah yang mendapat dukungan penuh dari berbagai negara. Semua negara yang mendukung sikap fanatic Gus Dur terhadap Israel itu disebut Kurawa.


9 Madeg ing pratapan Dana Raja, sang bagawan Bisma, putra waruju ngawu-awu langit, mila tilar praja, tan karsa gumantya raja**1. Saking daat kepingining panggalih suwita martapa bawah Ngastina anyelakki kadang astri Retna Ambiki, twin Retna Ambini, punika kadang sepuh, kagarwa prabu Krisna Dipayana**2. Angangetti wasitaning jawata**3, prabu Pandu Dewanata mutrak aken Pandawa gangsal**4, sang maha resi Bismo amiyarsa, garwanira kang putra raden Arya Dastrarastra dyah anggendari arsa ambabar**5, marma sang resi gugup arsa tindak marang ing Ngastina**6, para siswa dinawuhan tenggo ing pacrabakan sang resi sigra bidal**7.

6 Kamus
Kala Werdati = Kala; orang jahat.
Werdati; murda, sirah / ingin jadi kepala
#Orang jahat oknum TNI.

Dana Raja = Dana; uang, modal
Raja; pemimpin
#


Terjemah
1 Ulama-ulama NU / Kyai Langitan yang suatu saat nanti akan mokong dan berpihak kepada negara-negara barat (Bismo) adalah generasi terakhir dari Kyai-Kyai NU yang mengaku-aku kalau dirinya beribadah hanya ditujukan untuk yang dilangit / mencari surga (putra waruju ngawu-awu langit). Suatu saat nanti kyai langitan akan meninggalkan tugasnya sebagai seorang ulama.
2 Kyai langitan ingin bertemu dengan mantan anggota cabinet pembangunan yang saat ini telah menjalin hubungan kerjasama politik denga ulama sepuh LDII.
3 Mengingat / memperhatikan keterangan dari orang yang mengerti tentang situasi zaman.
4 B J Habibie mempunyai anak didik berjumlah lima.
5 Kyai langitan tahu kalau tak lama lagi pendukung dari Gus Dur akan menampakkan diri.
6 Kyai langitan pun gugup dan segera mencermati cerita pewayangan.
7 Semua anak buahnya tidak diajak (memutuskan permasalahan), dia memutuskan sendiri.
Permasalahan hanya dibahas sebatas sesama kyai sepuh.
# Kejadian ini terjadi setelah masyarakat tahu kalau Habibie akan memberikan bimbingan bagi bangsa Indonesia terutama lima golongan (Pandawa). Cerita ini akan segera terbukti. Sedangkan NU yang sebagian orangnya memendam rasa tidak senang terhadap LDII menunggu-nunggu kapan akan memiliki pendukung. Pendukung itulah yang dinanti-nanti kemunculannya.

10 Madeg ing nagari Parang Gumbarja, sang prabu Kala Werdati, ing ngadep emban Yaksi, twin patih Ditya Kala Pramuka**1. Ginem ; sang nata ngarsa-arsa lampahing duta, kasaru praptaning Togog Saraito, matur tiwasing duta narendra pejah dining satria tanah jawi, nama Bambang Teja Sawaba twin Bambang Teja Swara, kadang santana ing Ngastina**2. Sri Yaksendra dupi miyarsa duka yayah sinipi, lajeng dawuh dateng patih Kala Pramuka, kinen siyaga kaprabaning ngayuda karsa lumurug dumateng praja Ngastina**3. Patih Kala Pramuka sandika. Sampun samadya samapta, lajeng bidal kebut sawadya bala nira.

Kamus
Dasamuka= Dasa; sepuluh
Muka; muka, wajah
#Berwajah sepuluh / banyak. Orang yang tidak dapat dipercaya dan ucapannya disana-sini gonta-ganti.


Terjemah
1 Segolongan oknum / mantan oknum TNI yang dibayang-bayangi (mendapat tugas) mantan penguasa / presiden yang telah lengser. Dia adalah seorang pemimpin yang … Mempunyai anak buah yang mempunyai niat jelek, dan nama anak buahnya sudah terkenal dimasyarakat.
# Mungkin akan ada segolongan oknum TNI yang dulu memounyai hubungan dekat dengan Suharto ingin membubarkan LDII, tapi usaha ini digagalkan oleh orang NU.
2 Suatu saat, mantan oknum TNI itu mendapat laporan dari orang yang senang mengadu domba, kalau anak buaknya yang ditugaskan untuk membalas kepada LDII dan simpatisannya digagalkan oleh orang NU yang terkenal berwibawa dan berprofesi sebagai juru bicara.
3 Usaha pertama gagal dilanjutkan dengan usaha kedua yang melibatkan orang yang lebih penting.
# Mungkin saat ini oknum TNI itu menjadi ketua sebuah perkumpulan. Bisa partai / paguyuban / LSM dll.



11 Madeg ing nagari Ngastina, ing dalem kaputren prabu Krisna Dipayana, anjenengi dennira arsa ambabar Dyah Anggendari**1. Kasaru rawuhira resi Bismo. Prabu Krisna wawarta, lalampahan nira ingkang putra**2.Resi Bisma matur; punika sampun karsaning jawata,kaelokaning lalampahan lahiripun jabang bayi badhe ujud satus kaselappan wanodya**3.
Kasaru gara-gara andatengi, rawuhira Sang Hyang Kaneka Putra, praptanira sasanti mring prabu Krisna Dipayana**4, ngungudang ngandika; eeee, kaki prabu Krisna Dipayana, wruha nira, ingsun iki angemban dawuhe Hyang Sukma Kawekas**5, iku sutanira kang anggarbini, wus kinarsakake dene Hyang Sukma Kawekas**6 sutane Dyah Anggendari lair satus kaselappan wanudya, iku diarani Kurawa**7, ing tembe iku dadi mungsuhe anak Kunthi Nali Branta**8, ing tembe prang Bratayudha Jaya Binangun**9.
Sang Dyah anggendari ambabar, duk mijil kawah sinurak dening para Dewa**10, tinurunnan kumaraning Dasamuka**11, sampun awujud jabang bayi kinarya sepuh**12, sinung nama Raden Arya Jaya Pitana**13, jabang bayi lahir kaalusannira Dasamuka**14, getih ambalabar sinurak dadya Kurawa**15. Jangkep pira satus kurang sawiji**16. Nulya wedalling ari-ari, sinurak dadya wanodya, sinung nama Dyah Dursilawati**17. Jumeneng Korawa satus kasalappan wanodya sawiji.
Sang Narada dawuh maring Sri Krisna Dipayana kinen nampi wayahira satus kaselapan siji**18. Raden Arya Drastrasastra miyarsa ngungun ing galih paspastining jawata**19. Sang Hyang Narada amit kondur maring kahyangan.

Kamus
Jaya Pitono = Jaya; paling besar, kuat, tangguh
Pitono; fitnah
#pemfitnah terbesar di Dunia.

Kurawa = Kurupati uwa
#Orang yang melanggar hukum dengan cara mengakali hukum terlebih dahulu sehingga tidak terlalu kentara.

Dursilowati = Dur; durgo, tak bermoral
Silo; orang yang ada di sekitar
Wati; ayu, patuh
#Orang-orang yang ada di sekitar Gus Dur / orang-orang yang tak bermoral di sekitar Gus Dur dan sangat setia kepada Gus Dur


Terjemah
1 Ulama-ulama sepuh LDII (Krisna Dipayana) memperhatikan perkembangan situasi. Dan akan menyebutkan siapa saja yang akan jadi simpatisan / pendukung Gus Dur baik dari dalam maupun yang dari luar negeri.
2 Kyai langitan tidak mau ketinggalan, dia juga menyampaikan pendapat tentang kemunculan pendukung dari penghubung gelap Gus Dur.
# Menurut pewayangan, suatu saat nanti Kyai Langitn juga ikut melibatkan diri membahas cerita pewayangan.
3 Kyai langitan berpendapat kalau ini semua adalah kehendak Allah swa. Pendukung Gus Dur itu jumlahnya sangat banyak. Dari dalam dan luar negeri.
# Semua perkembangan keadaan yang ada dalam pewayangan itu sudah ada ……………
4 Utusan PBB anggota CIA itu bertemu dengan ulama sepuh LDII (memberikan keterangan).
5
6 Ini semua sudah jadi kehendak Allah swa.
7 Pendukungnya Gusdur jumlahnya sangat banyak. Adapun yang terkecil kekuatanya ada satu.
8 Anak didiknya tokoh – tokoh Indonesia yang pernah menimba ilmu di Amerika. Mereka semuanya nanti akan jadi musuhnya blok barat.
9 Suatu saat nanti apabila terjadi perang besar dengan negara-negara barat.
# Yang dimaksud disini adalah perang dunia III.
10 Semua pendukungnya Gus Dur hasil usahanya penghubung gelap telah muncul. Tokoh – tokoh diniapun bersorak sorai / kelihatan senang.
11 Memiliki watak seperti tokoh pewayangan prabu dasamuka.
12 Dia muncul memiliki kekuatan terbesar / sebagai senior / paling kuat.
13 Pendukung utamanya mendapat nama / julukan pemfitnaf terbesar didunia.
14 Pendukungnya Gus Dur muncul memiliki cirri-ciri watak tokoh pewayangan Prabu Dasamuka, dalam cerita Ramayana.
15 Pendukungnya jumlahnya sangat banyak, dia adalah teman / sekutu dari (presiden) Amerika Serikat.
16 Jumlah yang banyak itu masih ditambah satu lagi yang kekuatan perangnya tidak terlalu besar.
17 Adapun pendukung Gus Dur yang kekuatnnya paling lemah adalah orang yang selalu sendiko dawuh terhadap Gus Dur ( dursilowati).
18 Ulama sepuh LDII mendapat wasiat dari juru bicara PBB agar bias menerima keadaan kalau jumlah pendukung Gur Dur yang sangat banyak itu.
19 Dus Dur tercengang melihat perkembangan keadaan zaman. Ternyata jumlah pendukung sikap Gus Dur yang pro zionis itu sangat banyak.


dan ulama-ulama NU / Kyai Langitan (Bismo) semuanya akan tahu sebuah kejadian yang luar biasa. Ulama LDII berpendapat “inilah perjalanan keadaan NU. Ulama-ulama NU / Kyai Langitan berpendapat “ya, ini semua sudah jadi keinginan orang yang lebih tahu”.
Seiiring dengan perjalan waktu akan terjadi sesuatu yang ajaib / luar biasa.
Pendukungnya Gus Dur jumlahnya banyak sekali.
# Setelah pendukung-pendukung Gus Dur muncul nanti akan diketahui jumlahnya ternyata banyak sekali. Tanpa disangka-sangka ada sebuah kejadian yang menggemparkan. Ada utusan PBB, dia oknum CIA (Kaneka Putra) ngomong kepada keamiran LDII (Krisna Dipayana). Isinya omongan ; Hee..., pak Amir. Saya ini sekedar menyampaikan keterangan dari............... . suatu saat nanti pendukung yang muncul dari hasil penggalangan penghubung gela antara Aaustralia dengan Gus Dur akan jadi musuh dalam perang dunia nanti. Pendukung-pendukung itu adalah teman-teman AS (Kurupati) yang senang terhadap lepasnya Timur Leste dari Indonesia (Kurawa).
# Yang dimaksud dengan Prabu Kurupati adalah Presiden AS. Kurawa adalah teman-teman AS yang senang terhadap lepasnya Timur Leste dari Indonesia.
# Menurut jangka, Timur Leste saat ini dibawah kendali AS (Kurupati / Suyudana / Duryudana), tapi tidak langsung. AS memanfaatkan Australia (Patih Sengkuni) sebagai wakilnya dengan menangani Timur Leste.
# Hasil minyak di Timur Leste yang dicuri oleh Australia (Sengkuni) kemudian dibagi bersama-sama AS (Suyudana). Keterangan ini ada dalam jangka “Rebutan Lisah Tolo”.
**Setelah pendukung Gus Dur benar-benar muncul / menampakkan diri (Anggendari ambabar), orang-orang besar, terpandang, politikus dunia, penganut Internasional, staf-staf PBB dan lain-lain banyak yang berkomentar (sinurak dening para Dewa). Memiliki watak / kepribadian yang dimiliki oleh tokoh wayang Dasamuka (tinurunan kumaraning Dasamuka), sekali menampakkan dirinya dia sudah memiliki kekuatan perang yang sangat besar / kuat (awujud jabang bayi kinarya sepuh). Dia seorang pemfitnah terbesar di dunia (sinung nama raden Arya Jaya Pitono). Memiliki semua sifat / watak tokoh pewayangan Dasamuko. Pendukung lainnya jumlahnya sangat banyak, yaitu teman-temannya/sekutunya (getih ambabar sinurak dadya Korawa), pendukung terakhir / terkecil kekuatan perangnya adalah orang-orang yang ada di sekitar / sangat setia kepada Gus Dur (medaling ari-ari sinurak dadya wanodya). Keamiran LDII diminta untuk bisa menerima golongan ini/kenyataan ini. Gus Dur sendiri merasa kagum setelah mendengar kenyataan ini.
# Yang dimaksud jabang bayi adalah AS, getih ambalabar adalah sekutu-sekutu AS, wanodya adalah simpatisan Gus Dur yang setia mendukung bagaimanapun keadaannya.


12 Madeg ing gupit mandragini, sang prabu Krisna Dipayana lenggah kaliyan kang rayi resi Wara Bisma**1. Ginem ; kaelokaning lalampahan amanggihhi rayi sang bagawan Bisma, ingkang rinembag kaelokaning lalampahan**2, resi Dewa Brata matur ; punapa prabu walang galih, Pandawa retnaning bumi, anedak aken para ratu tanah jawi, puja brata kula katampiya wayah kula Pandawa, kula dados sawo wadal**3. Resi Bisma aturipun inggih makaten ; kakang , hamba inggih bela prasetya, ing tembe prang jaya binangun hamba dadoso tatawuring prang, saraya nira putra kula Pandawa**4. Sri Kresna dupi tampi prasetya nira kang rayi resi Bisma**5, raja putra ngawu-awu langit saklangkung suka sukuring wardaya, anuhun maring jawata**6. Sang resi wara Bisma amit kundur mring pratapan, sang resi Wara Bisma inggih nuwun amit Sri Krisna Dipayana jumurung karsa nira rayi kakalih, sigra bidal.


Terjemah

1 Suatu saat nanti antara Ulama-ulama sepuh LDII (Krisna Dipayana) dengan ulama sepuh NU (Wara Bismo) akan ada komunikasi / pertemuan.
2 Mereka membahas keajaiban perjalanan dunia.
3 Kyai NU berkata “Saya harap Kyai-Kyai LDII tidak usah susah, anak didiknya Habibie jadi permata di bumi, saya sampaikan puji syukur / hormat saya pada anak didiknya Habibie semoga diterima. Saya hanya jadi tumbal perjalanan dunia ini. Saya selalu jadi korban”.
4 Kyai NU melanjutkan ucapan intinya “Untuk Ulama-ulama LDII saya tetap setia (menepati apa yang ada dalam cerita pewayangan), saya ingin jadi jagonya perang dunia nanti. Musuh saya adalah anak didiknya Habibie”.
5 Kyai-Kyai LDII sangat tersinggung / marah mendengar ucapan Kyai-kyai langitan NU.
6 Sedangkan Kyai NU merasa sangat bahagia. Permintaan ini disampaikan kepada semua orang-orang ternama / berpengaruh.
# Ketika jangka diceritakan banyak yang menyudutkan NU, lama-lama Kyai NU sumpah untuk berpihak kepada negara-negara barat. Pertemuan berlangsung dengan tegang tapi tidak sampai terjadi tawuran.


13 Madeg ing gupit mandragini, sang padni wara Pandu, Dyah Kunthi Nali Branta twin Dyah Madrim ingadep putra raden Arya Punta Dewa. Mangkono kasaru rawuhiro Sri Krisna Dipayana, ingiring putra prabu Pandu Dewanata. Dewi Kunthi twin sang Dyah Madrim amethuk satata lenggah. Sri Krisna mirsa semu nira kang putra Dyah Kunthi, sigra dennira angarih-arih**1; aja sira walang ati, amarga kabeh-kabeh mau atas karsaning jawata luwih**2, ing tembe putra nira kang pamadya wus pinasthi anurun aken para nata ing tanah jawa, suwunnen kewala marang jawata**3. Sri Krisna Dipayana amit mring putra arsa miyos sineba, Dyah Kunthi twin Dyah Madrim sumongga, nyuwun idin arsa semedi, kang rama anjurungngi, sigra jumeneng arsa miyos.


Terjemah

1 Ada pertemuan kesepakatan antara Habibie (Pandu), SBY (Punta Dewa), Keamiran LDII (Krisna Dipayana) dll.
2 Mereka semuanya dinasehati “jangan susah terus menerus, ingatlah semua itu bukan kehendaknya, besok dari LDII (Pamadya) akan muncul pemimpin-pemimpin dunia dari suku Jawa.
3 Berharap dan berdoalah”. Anak didiknya Habibie bisa menerima dengan legawa.
# Kejadian ini terjadi setelah jelas-jelas suatu saat nanti dalam perang dunia Kyai NU akan berpihak pada negara-negara barat.


14 Madeg ing pandapi Ngastina, prabu Krisna Dipayana miyos ing pancaniti, ingkang sumiwi putra Raden Arya Pandu Dewanata, twin Raden Arya Drastrarastra, Raden Arya Widura, twin patih Arya Gandamana, kang mungging ngarsa ari nata param para ing Ngastina, resi Dewa Brata. Sri Krisna Dipayana jumeneng ing dampar ngandika**1; kabeh para punggawa miwah para wadya bala ningsun sareh kaprabon maring putra ningsun kaki Pandu Dewanata**2. Para wadya punggawa Ngastina sami saur manuk samya mangastuti. Sri Krisna Dipayana karsa martapa wonten ing sapta arga, wukir retawu, sisilih Begawan Abiyasa**3. Para ratu manca praja samya saur paksi ; kang putra tinarik astanira, linenggah aken ing dampar**4. Para nata manca praja twin para punggawa, patih, samya ngabekti mring Sri Pandu Dewanata**5. Kasaru geger ing jawi, praptanira kang Parang Muka saking praja Parang Gumbarja, prabu Kala Werdati**6. Sri Pandu Dewanata matur kang paman Resi Dewa Brata twin patih Arya Gandamana, kinantennan kang rayi Raden Arya Widura**7. Sang resi Dewa Brata, patih Arya Gandamana miwah para punggawa samya medal ing jawi, amethuk aken mengsah**8.
Dupi prapta ing jawi, sampun panggih kaliyan mengsah, ayun-ayunan sak langkung remening prang prabu Kala Werdati pejah dening sang resi Dewa Brata, lajeng sampak, patih Arya Gandamana twin Raden Arya Widura ngamuk punggung, wadya sabrang sirna datan mangga puliha, wadya rucah lamajeng sar-saran, sang resi Dewa Brata lajeng undang kundur. Sri Pandu Dewanata amethuk maring kang paman sigra binekta mring pancaniti, lenggah satata. Sri begawan Krisna Dipayana dawuh samya malebeng Pura, sigra bojana androwina.


Terjemah
1 Ulama sepuh LDII menyatakan sikapnya ( baik sebagai ulama maupun atas nama keamiran).
2 Kalau mulai saat ini, dirinya memberikan wewenang mengatur hak politinya kepada B J Habibie.
3 Ulama –ulama sepuh LDII memilih meninggalkan dunia politik, mengkhususkan menyampaikan ilmu agama. Dan baru membahas masalah politik apabila diminta. Sejak saat itu ulama sepuh LDII disebut “ ulama – ulama yang telah berusaha… “.
4 emua orang yang menjadi anggota LDII dan yang memiliki rasa simpati enyatakan setuju. Untuk B J Habibie semenjak saat itu sipersilahkan memberikan bimbingan politik kepada warga LDII secukupnya.
5 Semua orang yang memiliki raa simpati kepada LDII dan simpatisannya mematuhi nasehat dari B J Habibie.
6 Untuk permasalahan yang berhubungan dengan usaha balas dendam dari mantan / oknum TNI pendukung Soeharto yang saat itu sedang tegang,
7 permasalahan ini dituntaskan dengan melibatkan MUI (gandamana), Habibie Center dll.
8 Semuanya kompak mengatasi permasalahan. Ampai tuntas.

# Suatu saat nanti keamiran LDII menyampaikan nasehat kepada semua orang yang berpihak pada keamiran / LDII (Krisna Dipayana), isi nasehat “Semuanya saja diminta untuk berbakti / mengikuti didikan dari Habibie”. Keamiran merasa sudah cukup memberikan bimbingan.
# Tanpa disangka-sangka ada golongan yang ingin membubarkan LDII. Akhirnya Habibie perintah pada Kyai NU, MUI dan lain-lain untuk menghadapi sampai semuanya dapat dituntaskan.

Kejadian ini mungkin baru terjadi terjemah pewayangan tersebar luas keseluruh dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar