Kamis, 12 Desember 2013

Cangik lan Limbuk



Assalamu'alaikum wrm wbr


Dalam pewayangan ada penokohan yang bernama cangik dan limbuk. Meskipun pewayangan cangik dan limbuk digambarkan sebagai tokoh seorang wanita, tetapi sesungguhnya cangik dan limbuk menggarbarkan watak kebiasaan seseorang. Cangik dan Limbuk sesungguhnya berasal dari kata cingak dan lembek. 

Cingak adalah orang yang mengangkat kepalanya lebih tinggi dari orang yang ada disekitarnya. Ini adalah gambaran dari orang yang ingin lebih diperhatikan daripada orang yang ada disekitarnya atau orang lain. Prakteknya kalau saat ini adalah orang yang ingin lebih diperhatikan dengan cara melakukan demo. Sebab demo-demo yang dilakukannya akibatnya bangsa Indonesia malah yang dirugikan. Contohnya, dia melakukan demo menuntut kenaikan upah minimum regional. Tapi prakteknya dia juga melakukan swiping keperusahaan-perusahaan. Dia melakukan pendobrakan-pendobrakan kepabrik-pabrik agar semua karyawan ikut berdemo. Akibatnya, penanam modal asing batal berinvestasi atau yang sudah ada memilih pergi. Kepindahan PMA dari Indonesia tentunya menguntungkan pihak asing. Adapun orang yang dimaksud dengan gambaran cangik adalah orang yang mau dimanfaatkan oleh pihak asing dengan cara melakukan demo-demo. 

Limbuk berasal dari kata lembek. Dalam pewayangan tokoh limbuk digambarkan sebagai seorang wanita berbadan besar tapi pendek. Tokoh limbuk sesungguhnya menggambarkan atau menyindir tentang orang yang menjadi pembesar atau tokoh (pejabat) penting dipemerintahan yang malas menjalankan tugas - tugas pemerintahan.  Keberadaan orang seperti ini terlihat atau terasa kalau dia enggan memperjuangkan idiologi bangsa Indonesia. Tapi dia justru bersemangat apabila yang dikerjakan mengarah pada penerapan idiologi kapitalis liberalis (idiologi asing).  

Dalam pewayangan diceritakan cangik lan limbuk punakawane wong astina. Adapun pengertian punakawan itu berasal dari kata "punika kawane" atau dia adalah temannya. Jadi yang dimaksud dengan cangik lan limbuk punakawane wong astina adalah sesungguhnya orang-orang yang memiliki ciri-ciri seperti penggambaran tokoh cangik dan limbuk itu adalah pembela kepentingan asing. Mereka menjadi musuh dalam selimut bagi  bangsa  Indonesia. Seandainya dikomputer, keberadaan mereka menjadi "trojan horse". 


Dari saya cukup sekian, semoga tulisan saya  membawa manfaat dan barokah. Aaammiiiinn.
Assalamu'alaikum warm wbr. 


Tertanda
Jaka Pingit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar