Minggu, 16 Desember 2012

Tokoh Bidang Pewayangan


Tokoh Bidang Pewayangan

Assalamu'alaikum wrm wbr
                Artikel ini menceritaan tentang orang-orang yang terlibat begitu kuat dengan hal-hal yang berhubungan dengan pewayangan. Dalam pewayangan diceritakan, orang yang terlibat dalam hal pewayangab mulai dari wayang diterjemahkansederhana,  diterjemahlan lebih detail sampai dengan penerapan itu ada tiga. Kwtiganya diceritakan sebagai raden Samba, bethara Krisna dan dyah Sumbadra.  Keterangannya sebagai berikut;
1              Samba, berasal dari kata sarwa mbagusi yang artinya banyak orang yang bersikap baik terhadap penokohan wayang ini. Dia memang yang memiliki ilmu terjemah pewayangan meskipun tidak detail. Dialah sebenarnya si Satrio Piningit. Ada dua hal yang dikuasai Satrio Pinongit hingga akhirnya dia menjadi orang kuat didunia. Yaitu masalah keuangan dan politik. Adapun untuk masalah poliyik, pengetahuan SP memang tidak detail. Untuk lebih detailnya diserahkan pada team yang bernama Wara Sumbadra.
2              Sumbadra, sepengetahuan saya berasal dari kata sarwa mbagusi drajat. Sebab ada dia nama LDII semakin menanjak. Dia mempunyai nama lain Rara Ireng, yang artinya orang gelap. Disebut orang gelap karena perkumpulan ini nanti tidak akan diresmikan, tapi benar-benar ada. Sangat terasa hasil kerjanya, adanya orang-orang yang terlibat tapi tidak pernah diresmikan.
3              Sri Kresna, dia nanti menempati sebagai orang yang mengetuai penerapan ilmu pewayangan yang telah diperjelas pembahasannya oleh Sumbadra. Dia mempunyai nama panggilan jlitheng yang artinya si hitam, yang maksudnya si (pimpinan) gediresmikanut jlitheng sebab dia menjadi pemimpin penerapan ilmu pewayangan yang team penerangannya tidak pernah diresmikan. diresmikanuSedangkan dia sendiri memimpin penerapan pewayangan juga tidak pernah diangkat secara resmi. Tandatanda dari orang ini mengarah pada jenderal purnawiawan Perves Musyarraf dari Pakistan.

Semoga keterangan saya bermanfaat dan barokah. Aamiiiin.
Assalamu'laikum wrm wbr.

Tertanda
Jaka Pingit

Apakah Amerika Murid Belanda


Apakah Amerika Murid Belanda ???
Assalamu'alaikum wrm wbr
Artikel saya kali ini membahas permasalahan mirip kejadian yang pernah dialami bangsa Indonesia dimasa penjajahan dulu.
Dalam tokoh pewayangan diceritakan, Raden Citra Gada selalu bersama Raden Citra Rata. Kalau Citra Gada sepertinya mengarah pada penokohan LSM atau mungkin oknum dalam pemerintahan di Amerika Serikat, maka Cira Rata mengarah pada LSM atau mungkin juga oknum pemerintahan di Belanda.
Coba kita renungkan sebentar nadi yang pernah dialami bangsa Indonesia dimasa penjajahan Belanda dulu. Belanda berhasil menguasai nusantara dengan politik pecah belah dan kuasai. Sikap ini kalau dicermati mirip yang dilakukan oleh Amerika Serikat didunia saat ini. Adakah keinginan Amerika Serikat untuk menjadi penguasa tunggal didunia ini. Kalau ini benar, maka bangsa Indonesia dan dunia harus belajar terhadap sikap penjajah belanda di nusantara ini dimasa lampau. Barangkali dengan belajar kejadian dimasa lampau bisa memetik hikmah agar dunia tidak dikuasai Amerika Serikat seperti Belanda menguasai nusantara dimasa lampau.
Apabila dilihat dari sikap Amerika yang selalu melakukan pecah belah terhadap negara yang tidak mau tunduk padanya dan kebiasaan Amerika Serikat meminta bantuan terhadap negara sahabat untuk mencapai tujuannya, jelaslah sikap ini seperti sikap Belanda masa lalu dinusantara ini. Apabila negara yang tidak mau tunduk tadi melakukan perlawanan, yang dihadapi justru negara lain atau bahkan negara tetangganya sendiri. Sedangkan Amerika Serikat tetap berada dibelakang. Setelah negara sahabat tidak mampu, barulah dia terjun mengerahkan pasukan perangnya dengan keroyokan.
Mungkinkah Amerika telah belajar dari Belanda, bagaimana caranya Belanda mengusai nusantara yang sangat luas? Mungkinkah pengalaman Belanda dalam menguasai nusantara ini dipraktekkan oleh Amerika Serikat untuk mengusai dunia. Kalau memang benar, pelajarilah sikap penjajah Belanda dimasa lampau untuk mengantisipasi sikini Amerika dimasa kini.

Semoga keterangan saya ini bermanfaat dan barokah. Aamiiiiinn.
Assalamu'alaikum wrm wbr.

Tertanda
Jaka PingitPingit

Sabtu, 15 Desember 2012

JP - 3 Manumayasa Rabi



JP – 3  Manumayasa Rabi.

            Assalamu'alaikum wrm wbr, saya merasa sangat bersyukur kepada Allah swt karena telah diberikan ilmu pengetahuan yang insyaalah sangat bermanfaat apabila diikuti. Cerita ini adalah prediksi dari terjemah pewayangan yang sepengetahuan saya termasuk yang sangat akurat.
            Garis besarnya prediksi dari cerita wayang ini adalah ceritanya KH Nurhasan yang membawa agama yang terasa asing bagi masyarakat waktu itu. Sedangkan keadaan di Indonesia wakyu itu sedang rawan dengan pemberontakan. Apalagi setelah KH Nurhasan mendirikan keamiran diapun segera mendapat tuduhan mendirikan negara dalam negara. Isu ini diperbesar oleh pak Harto untuk mencari keuntungan memanfaatkan KH Nurhasan agar membantu dirinya yang ingin mengkudeta presiden Soekarno. Silahkan mempelajari cerita ini. Buktikan keakuratan pewayangan ini dengan perkembangan keadaan dunia yang sesungguhnya!

M A N U M A Y A S A     R A B I

1        Jejer Prabu Basu Murti nata ing Wiratha, anuju mios aning sitinggil binatha rata, ingkang mungging ngarsa ingkang rayi ,Raden Basu Kesthi, Patih Jati Kondho, para punggawa Arya Panurta, Arya Walakas, ginem Sri Nata daat kaweken ing driya, mireng pawartos bilih putra pulunan , nama Resi Manu Mayasa ing wukir Sapta Arga araraton**1,  kathah para nata ing manca praja ingkang sami puruhita, kawarti badhe andaga karaton Wiratha nedya madeg ratu piyambak. Raden Basu Kesthi langkung anduparakaken wartos makaten wau**2. Anangeng Sri Nata adreng angyektos aken, lajeng dawuh dateng Patih Jati Kondho, kadawuhan anduta punggawa salah satunggal dateng Prabu Karomba, nata yaksa ing Pringgondani**3. Supados animballana Resi Manu Mayasa, lajeng bibarran.


                        Kamus
Manu mayasa; Manu  =manungsa , seseorang
                           Yasa   = usaha ( membawa ajaran yang dianggap baru )
**ada orang yang dianggap mengajarkan islam yang dianggap ajaran baru,  dia kemudian terkenal karena ajaran agamanya tetap berkembang meski mendapat tantangan yang sangat besar dan dia juga dituduh mendirikan negara dalam negara, tokoh ini mirip ceritanya KH  Nurhasan  al-Ubaidah  (dalam bayangan saya ).

Basu murti ; Basu = sekarang mungkin jadi kata-kata  Bos
                        Murti = (bahasa arab ) amar taat / perintah yang harus dipatuhi
** ada seseorang yang mempunyai kedudukan tertinggi, yang setiap perintahnya harus dipatuhi, dalam bayangan saya yang dimaksud mungkin adalah panglima TNI.

Basu kesthi ; Basu = (sekarang) Bos
                        Kesthi = dari kata mesthi / pasti
**ada seseorang yang sudah dipastikan suatu saat nanti akan jadi pemimpin (menggantikan pak Karno ) dan orang itu juga pernah memiliki jabatan tinggi dikemiliteran, dalam bayangan saya mungkin yang dimaksud adalah pak Harto. 

Jati kondho ; Jati =  sesungguhnya (tugasnya)
                         Kondho = ngomong / berbicara/ memberikan keterangan
** ada seseorang yang mempunyai tugas sebagai tukang kondho / berbicara / memberikan penerangan / keterangan, tapi orang ini ada hubungannya dengan TNI , dalam bayangan saya yang dimaksud adalah kapuspen TNI.

Arya panurto ; Arya = orang yang mempunyai kedudukan tinggi dikemiliteran
                        Panurto = panurut / selalu tunduk patuh diperintah setiap saat.
** seseorang yang selalu siap diperintah setiap saat, mungkin berhubungan dengan surat perintah sebelas maret atau supersemar.

Arya walakas ; Arya =  tentara / prajurit
                         Wala = nawala / surat
                         Kas.   =  akas / cepat-cepat
** ada seseorang  ( anggota TNI ) yang mempunyai hubungan dalam hal surat menyurat, yang mempercepat keluarnya supersemar.

Sapta arga ; Sapta = tujuh
                         Arga = gunung
** tujuh gunung, maksudnya adalah tersimpan sangat rapat bagaikan ada didalam  gunung lapis yang ketujuh, mungkin sama artinya dengan kata-kata ada udang dibalik batu, ada sesuatu yang tersembunyi dan sangat rahasia. Disebut juga sebagai aktivitas bawah tanah.

Araraton ; aran ratu-ratuan
** mungkin yang dimaksud adalah jama'ah, memang islam yang berjama'ah itu ada amirnya, sehingga mirip ratu-ratuan tapi tidak ada ratu, mirip keraton tapi bukan keraton.
     
Wiratha  ; Wira = wira'i (bhs arab) orang yang selalu berusaha menghindari pelanggaran
                     Ta = perhatikan
** coba perhatikan!  sesungguhnya dia orang yang prawira / wirata!

Pringgodani ; Pringgo= penghalang
                        Ndani = ndanu (yang paling jadi perhatian sepertinya adalah pentagon)
** orang-orang yang jadi penghalang utama pagi pentagon.

Karumbo ; kang arum = yang memiliki nama yang harum dimasyarakat.

                        Terjemah
Seorang Ulama Yang Mengajarkan Agama Islam
( Yang Dianggap Ajaran Baru / K H Nurhasan al-Ubaidah ) Bekerjasama

1.1       Cerita awalnya, Panglima TNI ( ? ) mendapat tugas diantaranya adalah mengawasi berbagai macam gerakan-gerakan yang dianggap membahayakan keamanan negara, salah satu yang diawasi diantaranya ternyata adalah orang yang prawira (* Wiratha / wirata! ). Kebetulan waktu itu KH Nurhasan dan santri-santrinya juga dianggap berbahaya.                      
** Waktu itu memang banyak pemberontakan di Indonesia, termasuk golongan islam juga ada yang berontak misalnya DI TII, Kahar Muzakar dll. Kelompok KH Nurhasan yang membentuk keamiran juga dianggap membahayakan. **
  
            Panglima TNI mengajak musyawarah / rapat dengan bawahannya ( mungkin ) diantaranya adalah Soeharto (*basukesthi), TNI bagian penerangan (* Jati Kondho / semacam kapuspen ), TNI bagian surat menyurat (* Arya Walakas ), TNI yang penurut dalam hal surat-menyurat (* Arya Panurto / kurir ?). Masalah yang dibahas adalah; Panglima TNI merasa serba salah / repot dengan adanya laporan / tuduhan yang ditujukan kepada KH Nurhasan, konon KH Nurhasan (*Resi Manu Mayasa ) diceritakan mendirikan negara dalam Negara (araraton / aran ratu-ratuan). 
** Memang waktu itu KH Nurhasan sudah mempraktekkan kalau menjalani agama islam itu harus berjamaah, dilengkapi adanya amir, dan kebetulan dia  sebagai amirnya. Hal inilah yang menyebabkan dia dituduh mendirikan negara dalam negara. Kejadian ini terjadi awal tahun 60-an.**

1.2        Banyak kyai dari berbagai macam aliran agama dari berbagai pondok / golongan ingin tahu dan mencari KH Nurhasan ( ? ) yang konon dikabarkan tidak mau tunduk pada peraturan pemerintah, ingin mendirikan negara dalam negara. Kabar ini semakin dibesar-besarkan oleh Soeharto  (*Raden Basu Kesthi ? ). Sedangkan Panglima TNI sendiri belum ada minat membuktikan kabar itu.

1.3       Karena berita fitnah terhadap K H Nurhasan (?) semakin kuat, lama-lama Panglima TNI terpaksa memerintahkan seorang petinggi TNI yang memiliki nama yang harum dimasyarakat (*Prabu Karomba ), juga orang yang memiliki reputasi menjadi penghalang Pentagon (*pringgondani) untuk membuktikan kabar itu. Tugasnya petinggi TNI ( ? ) itu adalah, memanggil KH  Nurhasan al-Ubaidah( ? ), menanyai /mengurus kepastian kabar itu.
** Setelah KH Nurhasan menerapkan keamiran muncul isu mendirikan negara dalam negara. Desas-desus ini dibesar-besarkan oleh Soeharto hingga menjadi fitnah. Untuk menyelidiki fitnah ini Panglima TNI memerintah anggota petinggi TNI yang namanya harum dimasyarakat, untuk membuktikan kabar itu.
            #Singkat cerita. Panglima TNI mendengar kabar kalau KH Nurhasan dikabarkan mendirikan dalam nagara. Berita seperti ini semakin dibesar- besarkan oleh Soeharto. Untuk membuktikan kabar ini, panglima TNI mengutus orang yang  namanya terpandang.

2         Madeg ing kadhaton prameswari nata Dewi Jati Swara**1, pinarak ing praba suyasa, pananggap lir wetan. Angentossi kondorriro Sri Nata, ngiras ningalli ajaring bedaya srimpi, mboten watawis dangu Sri Nata kondur ngadhaton, prameswari amethuk aken lajeng lenggah satata, ginem kawotennannipun pancaniti lajeng tindak ing pambojanan.

                        Kamus
Jati swara ; jati = yang sesungguhnya  
                        Swara = suara / pembicaraan yang ada dalam masarakat
** orang yang bertugas mendengarkan suara / sesuatu yang jadi pembicaraan dimasarakat yang dianggap mencurigakan / membahayakan, dalam bayangan saya mungkin yang dimaksud adalah intel / informan.
     

                        Terjemah

2.1       Suatu saat Panglima TNI melakukan rapat / musyawarah dengan intelijen (*Jati Swara), membahas keadaan negara.
** Singkat cerita. Untuk membahas permasalahan ini, panglima TNI melibatkan bagian intelijen. Untuk menganalisa berbagai macam berita / suara yang ada dimasyarakat.



3         Madeg paseban jawi, Raden Basu Kesthi, Patih Jati Kondho, Arya Panurta, Arya Walakas, ginem siyaga dadamel. Arya Panurta kapatah lumampah dateng Pringgondani. Andhawuh aken karsaning sri nata wau dumateng Prabu Karomba ing Pringgondani, sasampunning samapta lajeng bidal sapanengkarriro, kapallan.
           
                         
                        Terjemah
3.1       Diluar agenda yang resmi dari TNI (paseban jawi), ada acara musyawarah antara Suharto ( ? ), TNI bagian penerangan, TNI bagian surat menyurat. Sebagian dari golongan ini ada yang mendapat tugas melaksanakan tugas dari panglima  TNI.
** Singkat cerita. Didalam tubuh TNI sendiri ada sekumpulan orang yang ingin memanfaatkan situasi ini, pimpinannya adalah Soeharto.  Disini Soeharto memiliki peran penting tentang jalannya pemasalahan,menjadi dalang dari fitnah yang dialami oleh KH Nurhasan dan santrinya serta cara penangannan permasalahan.   


4                 Madeg Prabu Karomba, nata raseksa ing pringgondani, den adhep ing Patih Kala Mangkara, Punggawa Kala Pulawa, Kala Pudenda, dereng dangu datengipun caraka wiratha, Arya Panurta**1. Sasampunning bagebinage, lajeng andawuhaken timballan nira Sri Nata Prabu Basu Murti, bilih Prabu Karomba dinuta animballi Resi Manu Mayasa, ing sapta arga, ingkang kawarti araraton, manawi mboten purun sowan dateng wiratha**2. Kerid lampahira Prabu Karomba, kadhawuhan masesa, aturipun Prabu Karomba sandika**3. Arya Panurta lajeng pamit wangsul dateng Wiratha, Prabu Karomba andawuh dateng Patih Kala Mangkara, ambidallaken punggawa kakalih**4, kautus dateng Sapta Arga, andawuh aken dawuhing nata Wiratha, lajeng bibarran.

Kamus
Kala mangkara ; Kala = orang yang berbahaya / sedang marah
                     Mangkara = mbrabak abang / orang yang menahan rasa amarah yang sangat besar 
** orang yang berbahaya yang saat itu emosinya sedang meledak-ledak.

Kala pulawa ( supalawa ) ; kala = orang yang berbahaya
                            Supa = ula / ular ( orang durhaka )
                            Lawa = kelelawar  
** orang durhaka yang bagaikan kelelawar maksunya mungkin, orang durhaka itu belum diketahui saat itu tapi fitnah yang disebar sudah ada dimana-mana, bagaikan kelelawar dimalam hari, ada suara tentunya pasti ada kelelawar. Pepetah sekarang,  ada asap pasti ada api.

Kala pudenda ;  Kala = orang yang berbahaya
                           Pudenda =  pa denda / penghukum
** seorang yang bertugas memberikan hukuman.


                        Terjemah
4.1       Panglima TNI memiliki anak buah yang namanya harum dimasyarakat ( karomba) yang jadi penghalang bagi pentagon (pringgondani), anak buahnya lagi ternyata adalah orang yang menyimpan rasa amarah, tukang fitnah, ada yang memiliki keinginan menghukum atau mungkin membalas.
4.2       Panglima TNI memerintah orang yang namanya harum dimasyarakat untuk menanyai perihal KH Nurhasan yang dikabarkan mendirikan negara dalam negara.    
4.3       Meskipun dalam hati terasa ruwet, tapi perintah tetap dilaksanakan.

            # Singkat cerita. Untuk mbuktikan kebenaran berita, panglima TNI mengutus anggotanya. Tapi ternyata anak buahnya adalah orang yang memiliki prasaan emosi. Yang menyebabkab permasalahan semakin ruwet.

5         Madeg paseban jawi, Patih Kala Mangkara, Punggawa Kala Pulawa, Kala Pudenda, rembag siyaga dadamel ngayuda**1. Badhe dateng wukir Sapta Arga. Sasampunning samapta lajeng bidhal sapanengkarrira, Togog Saraito dados pangajeng langkah.

                        Terjemah
5.1       Utusan dari Petinggi TNI yang bernama harum dimasyarakat yang ditugasi mengiterogasi KH Nurhasan    
melakukan persiapan, tugaspun dijalankan dengan pembagian tugas. Termasuk murid-muridnya KH Nurhasan juga diinterogasi. Dalam pelaksanaanya, TNI yang ditunjuk meminta bantuan pertimbangan ulama dari aliran agama islam yang lain. Tanpa sengaja, ulama yang dimintai bantuan adalah ulama yang durhaka (dalam hati ada niat jahat / Togog). Sehingga permasalahan menjadi semakin ruwet, panas.                
** Mungkin ulama diperlukan untuk pertimbanggan masalah ajaran agama yang dibawa KH Nurhasan itu sesat atau tidak, padahal pengetahuan  agama KH Nurhasan itu lebih banyak dari kyai  yang membantu tugas / memberi pertimbangan TNI.

# Singkat cerita. Tugas yag diberikan oleh panglima TNI dilaksanakan oleh orang yang memiliki perasaan emosi yang kelak akan membuat masalah semakin ruwet.

6                 Madeg Resi Manu Mayasa, mios ing pacrabakan den adep janggan Semara Santa, Puthut Supolawa, Nala Gareng, Petruk, para cantrik janggan ander sami sumiwi, ginem; sang resi langkung sungkawa, dene kawartosaken andaga karaton wiratha, ambalelo ing ratu. Mongko mboten pisan-pisan anyipta amakaten**1. Dereng dangu datenggira cantrik atur pariksa wonten damel, wonten damel ageng dateng. Katingal barising danawa arsa minggah ing pratapan, rame mireng swaraning tangising tiyang padusunan ingkang karisak, Puthut Supolawa lawan janggan Semara Santa sigra tumurun anglempakaken, sareng dumugi ing jawi kasompok inggahing wadya danawa lajeng tempuk prang**2. Tanpa wara-wara Puthut Supolawa lawan janggan Semara Santa ngamuk punggung mengsah, kathah danawa ingkang kanin lajeng bibar lumajeng sarsarran**3. Puthut Supolawa , janggan Semara Santa sakancanipun wangsul ngarsaning pandhita Manu Mayasa**4. Sadaya wau sampun andugi, punika  utussannipun sang nata ing wiratha, lajeng bibarran. Amung Resi Manu Mayasa angenggar-enggar  ing panggalih. Mijil saking padhepokan sadaya mboten kalilan anderek, among janggan Semara Santa, Nala Gareng, Petruk, lampahira kadya kabuncang ing wana**5 . Para wadya ditya angraos angsal kala desa, katingal bingah**6. Resi Manu Mayasa lumampah pribadi, lajeng sami marepekki. Sulayaning rebak dadiya prang, punggawa ditya sami pejah jinemparing, danawa ingkang alit-alit sami ngungsi gesang**7. Resi manu mayasa lajeng kondur. Palepattira titiga tan kantun. Sadumugining pacrabakan lajeng amesu semedi aneng pamelingan.

Kamus
Semara santa ; Semara = samar-samar, ada tapi tidak jelas  
                               Santa = Santana / pembatu         
** orang yang membantu bangsa Indonesia secara samar-samar, dan keberadaanya juga samar-samar, dikatakan ada tapi tidak ada pengakuan yang jelas terhadap masyarakat, tapi masyarakat tahu kalau ( keamiran ) itu sesungguhnya ada.  

Puthut supolawa ; Puthut = murid yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi
                              dari murid yang lain 
                              Supo = ula / ular ( orang durhaka )
                               Lawa = kelelawar
** seorang murid ( KH Nurhasan) yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dari murid yang lain ( disekolah semacam ketua OSIS ), tapi samar-samar sesungguhnya dia orang durhaka, musuh dalam selimut bagi K H Nurhasan dan murid-murid yang lain.

                        Terjemah

6.1       Dipondok KH Nurhasan berkumpul bersama anak didiknya, santri-santrinya. Tidak semua murid KH Nurhasan itu baik, ada juga yang jadi musuh dalam selimut, berhati jahat, iri, dengki,  dendam terhadap KH Nurhasan. Diperkumpulan itu KH Nurhasan bercerita kepada murid-muridnya kalau hatinya sangat susah, galau sebab dikabarkan mendirikan negara dalam negara, tidak mau tunduk pada aturan pemerintah. Padahal dia tidak pernah melakukan hal itu.                                                                                                          
6.2       Taklama kemudian datanglah muridnya KH Nurhasan ( yang senior) memberitahukan ada utusan dari TNI ( mungkin utusan dari Petinggi ) yang datang, mulai saat itu datanglah pekerjaan besar ( permasalahan besar). Semenjak saat itu murid-murid KH Nurhasan mengalami masalah yang berat ( fitnah \ cobaan yang berat )
6.3       Tanpa banyak bicara KH Nurhasan sebagai seorang amir dan santrinya yang senior segera mengatasi masalah itu. Permasalahan berhasil diatasi. Semua yang mengacau menyelamatkan diri.
6.4       setelah masalah reda sementara waktu, kembali berkumpul dengan KH Nurhasan sebagai seorang ulama, mengaji Alquran dan Hadist.
6.5       Suatu saat KH Nurhasan dan santrinya yang senior keluar dari pondok jalan-jalan. Waktu itu keadaan hatinya sangat kacau / ruwet. Tidak semua santrinya diberi tahu keadaan ini.
6.6       Bagi utusan Petinggi TNI, bertemu dengan K H Nurhasan itu seperti bertemu dengan penjahat negara ( penjahat kelas kakap ). Mereka merasa sangat senangberhadapan dengan KH Nurhasan sendirian sebagai ulama.
6.7       Dalam pertemuan terjadi perselisihan, utusan Petinggi TNI kalah / gagal ( mungkin jawaban tidak sesuai yang  diharapkan  ), terus pulang. KH Nurhasan tetap melanjutkan ajaran agama islam seperti biasanya.
            # Singkat cerita. KH Nurhasan dan para santrinya merasa susah diyuduh telah mndirikan negara dalam negara dan tidak mau tunduk pada pemerintah. Padahal dia tidak melakukan hal itu. Dia hanya mempraktekkan bahwa agama islam itu harus ijalani dengan cara berjama'ah.emang kesannya, karena berjamaah jadinya seperti mendirikan negara dalam negara.


7         Madeg ing kahyangan jonggring saloka, Sanghyang Giri Nata anuju mios aning bale marchu kondho. Ingkang sumiwi, Sanghyang Narada, Sanghyang Brama, Sanghyang Giri Nata. Sanghyang Giri Nata andawuh aken Sanghyang Narada kinen tumurun dumateng marcapada, amaringi jodho dumateng Resi Manu  Mayasa twin janggan Semara Santa, widodari kakalih**1; 1) Dewi Retna Wati puniko dadya  jodhonipun Resi Manu Mayasa**2. 2) Dewi Kanastri dadya jodhonipun janggan Semara Santa**3. Ananging sarehning Resi Manu Mayasa daat lenggana, dados kadawuhan kedah mawi warana**4 . Widodari kakalih tinimballan lajeng binusannan dening Sanghyang Narada sami warni simo**5. Lajeng kabekta dateng marcapada deneng Sanghyang Narada**6. Sanghyang Giri Nata lajeng jengkar.

                        Kamus
Retno wati ; Retno = ratna / permata  
                              Wati = cantik / indah       
** mungkian yang dimaksud adalah sifat, sebagai seorang ulama dia sesungguhnya bagaikan permata yang indah, ajaran agamanya yang murni dan tidak ada tujuan untuk kepentingan duniawi.

Kanastri ; Konnastiti = supaya yang hati-hati  
** mumgkin yang dimaksud adalah masalah keamiran yang dia saat itu supaya yang hati-hati, jangan sampai bubar, sebab kalau bubar mendirikannya itu susah, ( ini semacam nasihat dari wali songo yang telah menyebarkan agama islam dipulau jawa jaman dulu, ada kemungkinan dulu dipulau jawa jaman wali songo menyebarkan agama islam itu pernah ada keamiran, cuma saya tidak tahu siapa yang jadi amir saat itu).

                        Terjemah

7.1       Dimarkas PBB, sekjen PBB rapat dengan dewan keamanan PBB dan utusan PBB (mungkin kebetulan dia CIA). Dalam pertemuan (musyawarah ) itu sekjen PBB memutuskan untuk mengutus seorang utusan (CIA  ?) datang ke Indonesia memberikan pasangan/ tambahan/ embel-embel cerita / kabar / desas-desus.
7.2       1)Sebagai seorang ulama, K H Nurhasan itu diceritakan bagaikan permata yang indah.
** Mungkin ajaran KH Nurhasan itu sangat berbeda dengan kelompok yang lain, lebih lengkap termasuk bagaimana cara mempraktekkan agama islam yang sesungguhnya, dia bagaikan permata yang indah.
7.3       2)Sebagai seorang amir, KH Nurhasan harus sangat hati-hati dengan kedudukannya itu. Selain itu juga harus mengusakan kelancaran beribadah bagi para santrinya.
** Mungkin masalah keamiran saat itu masih dianggap sangat rawan ( berbahaya ) untuk dipraktekkan.**
7.4       Sebab KH Nurhasan dalam mempraktekkan islam yang berjama'ah tidak mau merahasiakan urusan keamiran, akhirnya sekjen PBB memberi embel-embel dua macam desas-desus / cerita.   
7.5       Kedua hal ini kemudian oleh utusan PBB (CIA ?) diceritakan kemasyarakat sebagai sesuatu yang sangat membahayakan.
7.6       Kedua kabar tadi disebar luaskan kepada semua mayarakat (ngarcapada).
            # Ringkas cerita. Sebab KH Nurhasan tidak mau mempraktekkan keamiran secara rahasia, hal inilah yang membuat sekjen PBB tersinggung. Kemudian sekjen PBB mengutus seseorang untuk menyampaikan dua hal tentang KH Nurhasan. 1) sebagai seorang ulama, dia ulama yang baik. 2) masalah keamiran iti kalau tidak dirahasiakan memang berbahaya.


8         Madeg ing Wukiratawu, Resi Manu Mayasa, kakaring dateng patalunan, ingkang umiring among janggan Semara Santa**1, janggan Semara Santa rumiyen nduweni tataneman ingkang saweg nedeng**2. Ing ngriku kasarengan rawuhipun Sanghyang Narada, angecullaken simo kakalih**3. Janggan Semara Santa kapapag simo kakalih badanipun gumeter, bokong ngoplok lajeng wangsul malajeng. Simo kakalih lajeng sami ambujeng**4. Sareng dumugi ngarsanipun Resi Manu Mayasa, janggan Semara Santa ulat pucet sarwi karengkossan. Karinget gumobyos matur nyuwun tulung kabujeng ing simo**5. Resi Manu Mayasa lajeng mapag simo kakalih wau**6. Sareng kapanggih simo lajeng dipun jemparing pejah sadaya, kuwondonipun sirno, Mboten watawis dangu pawestri kakalih, katingal lumampah wonten ngajengipun Resi Manu Mayasa, ing ngriku sang resi langkung kasmaran**7. Lajeng ngetut aken sapurugipun. Sang resi kaget rawuhipun Sanghyang Narada. Inggih punika Dewi Retna Wati kaliyan Dewi Kanastri**8. Sanghyang Narada andawuh aken dawuhing Sanghyang Giri Nata**9. Dewi Retna Wati sampun pinasthi kapareng dados jodhonipun Resi Manu Mayasa**10, Dewi Kanastri dados jadhonipun janggan Semara Santa**11. Lajeng kadawuhan ambekta mantuk. Sanghyang Narada kondur makahyangan.
           
                        Kamus
Wukiratawu ; Wukir = gunung
                               Tawu = menimba ( ilmu)
** gunung tempat menimba, yang dimaksud adalah sebuah tempat untuk menuntut ilmu, kalau sekarang adalah pondok pesantren berontak merebut kekuasaan dari pak Karno )

Sakutrem ; Sokotrem =    iSO   teKOne  tenTREM 
** orang yang suatu saat akan mendatangkan ketenteraman bagi bangsa Indonesia setelah selama 20 tahun bangsa Indonesia tidak merasakan ketenteraman saat dipimpin pak Karno  

Sumarwono ; Sumar = samar-samar
                                Wono = alas / hutan ( bagai dihutan )
** sebuah keadaan bagaikan ada didalam hutan, keadaan hati ruwet, susah, ngeri, takut, kawatir, semuanya bercampur jadi satu.

                        Terjemah
8.1       Dipondok santri-santri KH Nurhasan mulai bertambah banyak, berkembang  pesat.
8.2       Ibarat tanaman di perkebunan saat itu sedang tumbuh subur. Diberbagai tempat mulai mendapat pengikut pengajian.
8.3       Disaat jumlah pengikutnya bertambah pesat, saat itulah muncul fitnah yang mempolitisir kedua sifat / masalah ( yang dinomor 7 ).
8.4       Yang paling dikawatirkan oleh KH Nurhasan seiring dengan perkembangan fitnah adalah masalah keamiran. Biarpun fitnah berkembang luas keamiran tetap tidak boleh bubar. Sebagai seorang ulama dia tidak kawatir terhadap ilmu agama bab keamiran yang diajarkannya.
8.5       Sebagai seorang amir, KH Nurhasan sangat kawatir terhadap keamiran yang dia pegang.
8.6       KH Nurhasan menghadapi fitnah itu dengan bertindak sebagai seorang ulama. Biarpun dia mendapat cobaan berat, diamerasa senang.
8.7       Kedua isu tadi dihadapi dengan sungguh-sungguh akhirnya tampaklah kalau sesungguhnya kedua fitnah itu terlalu mengada-ada. Kedua isu/ cobaan itu memang semakin lama terasa semakin berat.
8.8       Setelah kedua sifat fadi semakin jelas, K H Nurhasan terkejut dengan adanya keterlibatan dari utusan PBB (CIA ?) dalam kedua masalah tersebut.
8.9       Isu tadi disebar konon yang punya ide adalah sekjen PBB.
8.10     Sebagai seoramg ulama KH Nurhasan itu bagaikan permata yang indah.
8.11     Sebagai seorang amir dia memang harus berhati-hati terhadap keamiran yang dia pegang.
Setelah tujuan utusan PBB (CIA ?) datang ke Indonesia adalah untuk memfitnah KH Nurhasan dan santri-santrinya tercapai, utusan segara pulang/ menghilang (tidak melakukan aktivitas lagi).
            # Singkat cerita. Setelah dua penilaian dari PBB itu beredar dimasyarakat, kini KH Nurhasan dan santrinya mendapat permasalahan.


 
9         Madeg Prabu Karomba nata danawa ing pringgondani, ingadep Patih Kala Mangkara, para punggawa sami mungging ngarsa. Ginem; sang nata angarsa-arsa, para punggawa ingkang dinuta angrabaseng wukir sapta arga. Mboten dangu dateng ipun kyai Togog Saraito, atur pariksa bilih para punggawa ingkang dinuta dateng sapta arga sami pejah dening Resi Manu Mayasa**1. Srinata langkung duka, lajeng dawuh dumateng patih kinen saweg dadameling yudha. Sasampunning samapta, sang nata  lajeng bidal para punggawa sawadya bala nira.

                        Terjemah
9.1       Petinggi  TNI yang namanya harum , mengadakan rapat (musyawarah ) mengenai hasil kerja dari para utusannya. Ternyata para utusannya kalah ( gagal / tidak sesuai harapan ). Ditambah laporan dari kyai yang durhaka ( ada niat hati jahat ) akhirnya terjadi perselisihan antara petinggi TNI beserta bawahannya dengan KH Nurhasan dan satri-santrinya.
         Petinggi TNI (karomba) melanjutkan / mempersiapkan lagi rencana untuk menginterogasi /(.....?) KH Nurhasan dan santri-santrinya.
            # Singkat cerita. Anak buah petinggi TNI yang ditugadi menangani permasalahan KH Nurhasan gagal. Apalagi ditambah keterangan - keterangan dari orang yang durhaka, permasalahan menjafi semakin pelik.



10     Madeg Resi Manu Mayasa sekaliyan ingkang garwa Dewi Retna Wati saweg sami papasihan**1. Janggan Semara Santa mareg ing ngarsa lawan garwa nira Dewi Kanastri**2. Dewi Retna Wati kepingin ngubengi wukir sapta arga, lajeng tindak lawan Resi Manu Mayasa. Janggan Semara Santa lawan kang garwa lajeng anderek**3. Sareng dumugi imbanging redi ingkang sisih kilen ing ngriku taksih wana wasa, langkung wingit**4. Wonten gandarwa tapa brata, nama Satru Tapa**5. Anengga wohing sumarwana**6. Amargi gandarwa wau tampi wangsiting jawata, bilih woh sumarwana sampun mateng kapurih neda bojonipun, awit gandarwa Satru Tapa dereng gadah suta, daat kepingin darbe suta, panuju gandarwa satru tapa kesah nuwenni bojonipun**7, Resi Manu Mayasa lawan kang garwa dateng, Dewi Retna Wati sumerep woh sumarwana saka langkung kapengin nedha, lajeng pinethik katedha. Raosipun langkung miraos**8. Satelasing nedha woh sumarwana, gandarwa Satru Tapa dateng, sang resi lawan kang garwa langkung kaget punapa dene janggan Semara Santa lawan bojonipun sami gumeter sadaya**9. Gandarwa ngucap,” Sapa wong kang wanuh wani ngunduh woh kang sun sengker iki mau”. Sang Resi Manu Mayasa bilih ingkang ngaken methik. Lajeng kaparing aken daten
Ng ingkang garwa, awit daat kapengin nira**10. Gandarwa matur,” Yen makaten kalilanna sajiwa raga**11. Ingkang garwa kaaliho nama Dewi Sumarwana**12. Dene ing tembe bilih mijil jalu,  kanamaknaa Sakutrem. Awit gandarwa wau nama Satru Tapa” **13. Sang resi anyagahi , gandarwa musna majing guwa garba nira Dewi Sumarwana**14. Lajeng anggarbini, sadaya lajeng sami wangsul ing pratapan.

                        Terjemah
10.1     Sebagai seorang ulama, semakin lama semakin jelas kalau dia adalah ulama yang baik.
10.2     Sebagai seorang amir KH Nurhasan jelas-jelas harus sangat hati-hati.
10.3     Suatu saat KH Nurhasan terbawa kedalam permasalahan politik yang sangat rahasia (aktivitas bawah tanah).
10. 4    KH Nurhasan melakukan perjalanan diwilayah bagian barat, melihat keadaan santri-santrinya. Memang diwilayah bagian barat itu keadaannya lebih gawat.
10.5     Disitu ada seseorang yang mempunyai masa lalu yang jelek (gandarwa / Suharto ), dia adalah musuh dalam selimut (satru tapa) bagi pemerintahan pak Karno.
            **Ada cerita yang menyebutkan kalau pak Harto sebelum jadi presiden prnah terlibat permasalahan korupsi.
10.6     Dia sedang menunggu buah dari kekacauan (woh sumarwana).
            **Ingin jadi      pemimpin \ presiden menggantikan pak Karno .
10.7     Dia menginginkan cita-citanya bisa berlanjut (darbe suta). Menurut pendapat dari seorang negarawan (wangsiting jawata), memang saat itu pak Karno sudah waktunya diganti ( dilengserkan ).
10.8     KH Nurhasan tahu keadaan bangsa Indonesia yang saat itu sedang gawat tak lama lagi akan terjadi sebuah peristiwa besar  (pemberontakan).
10.11   KH Nurhasan sendiri ( mungkin ) juga menginginkan kalau pak Karno diganti. Akhirnya KH Nurhasan memutuskan untuk bergabung dengan Suharto.
10.12   Karena Suharto itu orang yang mempunyai masa lalu yang buruk dan orang yang berbahaya, semenjak bergabung dengan Suharto, KH Nurhasan dan santri-santrinya ada dalam bayang-bayang kekacauan / bahaya (*sumarwana).
10.14   Apa bila usahanya bergabung dengan Suharto itu berhasil, suatu saat nanti akan memunculkan orang yang akan mendatangkan ketenteraman (*sakutrem) bagi bangsa Indonesia.
** Bangsa Indonesia baru bisa merasakan ketenteraman setelah selama 20 tahun kepemimpinan pak Karno tidak merasakan ketenteraman. **

            # Singkat cerita. Ada oknum TNI (Soeharto) yang menjadi musuh dalam selimut (gandarwa satru tapa), dia sedang berusaha mencari keuntungan dari keruhnya permasalahan. Kebetulan KH Nurhasan dan santrinya sedang mendapat permasalahan. Akhirnya keduanya bekerjasama. Dari kerjasama itulah suatu saat nanti akan memunculkan orang yang bisa menenteraman nusantara.


11     Madeg Puthut Supolawa, para puthut rembag tatanan twin ngajeng-ajeng rawuhipun Resi Manu Mayasa.  watawis dangu Resi Manu Mayasa rawuh, lajeng lenggah satata, twin nyariosaken lalampahanipun kang garwa naliko dahar wohing sumarwana. Dereng dangu ngandikan lawan PuthutSupolawa. Kasaru geger ing jawi, datenging danawa ing pringgonadani**1. Puthut Supolawa, janggan Semara Santa sakancanipun mijil ing jawi, Resi Manu Mayasa ugi mamanuki lampahing jajanggan. Sareng dumugi ing jawi sampun prang rame. Prabu Karomba mengsah Resi Manu Mayasa. Sang prabu pejah jinemparing**2 . Sanghyang Bayu tumurun nalabung**3. Prang sampak. Para ditya pringgondani kathah ingkang pejah, kang kantun lajeng ngungsi gesang**4. Sanghyang Bayu kundur makahyangan. Resi Manu Mayasa lenggah satata mungging pacrabakan twin Puthut Supolawa, janggan Semara Santa. Sadaya manguyu jajanggan kang sami unggul ing yudha, lajeng sami bojana andrawina.    

                        Terjemah
11.1     KH Nurhasan bertemu / berkumpul dengan santri-santrinya, menceritakan apa yang dialami / dikerjakan, hingga kelompoknya saat itu ada dalam bayang-bayang bahaya / kekacauan. Padahal tidak semua santri KH Nurhasan itu orang yang baik. Ada juga santri KH Nurhasan yang mempunyai perasaan dendam / sakit hati kepadanya (puthut supalawa) yang ternyata adalah murid-murid senior.
11.2     Petinggi yang namanya harum ( ? ) dan anak buahnya melaksanakan tugas ...untuk meng.... KH Nurhasan dan santrinya. Tapi dia yang malah kalah /gagal. Apa yang dia lakukan tidak dilanjutkan lagi (*pejah jinemparing).
11.3     Perselisihan pun tak bisa dihindari. Hingga akhirnya suatu saat KH Nurhasan dan santri- santrinya mendapat dukungan dari PBB (*sang hyang bayu).        
11.4     Akhirnya fitnah terhadap KH Nurhasan dapat diakhiri.
** Menurut versi wayang, Petinggi TNI ikut menyakiti terhadap KH Nurhasan dan santrinya karena terbawa / terhasut oleh fitnah yang dibuat-buat oleh anak buahnya dan kyai-kyai yang durhaka. **
** Dulu antara tahun 1960 sampai sebelum G 30 S,  santri-santri KH Nurhasan banyak yang ditahan dalam waktu yang lama tanpa ada alasan yang jelas. Suatu saat ada orang kristen yang membantu mengatasi masalah ini. Dan masalah ini bisa diakhiri, santri-santrinya yang dipenjara kemudian dibebaskan. **
# Singkat cerita. Permasalahn perselisihan antara KH Nurhasan dengan anggota TNI dituntaskan melibatkan utusan PBB.

Jongko ini berlanjut kecerita judul "Bambang Kalingga" dan “ Babad Wana Marta “ alinea 1.  Dengan penggabungan dua terjemah cerita nanti akan bisa dijelaskan bagaimana caranya menegakkan hukum dengan memanfaatkan cerita wayang.

Isyaallah dan semoga tulisan saya ini bermanfaat dan barokah. Aaammiiiinn.

Assalamu'alaikum wrm wbr.

Senin, 10 Desember 2012

Kata Pengantar




Kata Pengantar
                  
Assalamu`alaikum warahmatullaahi wabarokaatuhu

            Saya merasa sangat bersukur kepada Allah swt yang telah memberikan kemampuan, kelapangan dada serta kesempatan dalam membuat tulisan ini. Saya berharap tulisan yang saya buat ini akan sangat bermanfaat bagi umat manusia dalam menghadapi permasalahan akhir zaman ini. Mungkin teori nenyelesaikan permasalahan dengan cara seperti ini terasa tidak wajar. Saya yakin insyaallah teori / cara saya ini bermanfaat untuk menuntaskan permasalahan dunia. Silahkan disimak uraiannya.
           
            Selama puluhan bahkan ratusan tahun bangsa Indonesia menungu datangnya juru selamat yang akan membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang subur makmur gemah ripah loh jinawi tata tertib tentrem kerta raharja. Orang yang sangat dinanti-nanti itu tidak lain adalah Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) dan Ratu Adil. Siapakah Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) dan Ratu Adil itu ? Dimana keberadaannya ? Dan kapan muncul ?

            Singkat uraian tentang ratu adil. Ratu adil itu bukanlah seorang pemimpin yang memimpin negara secara terang -terangan. Melainkan seseorang yang memimpin sekelompok umat islam yang berusaha menerapkan agama islam yang sebenarnya. Sebab agama islam dipraktekkan yang sebenarnya, nanti akan terwujudlah keadilan. Sedangkan masyarakat suatu negara akan ikut merasakan keadilan sebab mengikuti petunjuk dari seorang pemimpin sekelompok umat islam yang adil.

            Sekarang saya uraikan tentang Satrio Piningit. Pengertian kata-kata Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) adalah ; satrio yaitu seorang ksatria (penegak kebenaran), piningit berasal dari kata pingit, yang artinya orang yang tidak ditampakkan (disembunyikan / dirahasiakan), jadi yang dimaksud dengan Satrio Piningit  (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) adalah seorang ksatria yang tidak ditampakkan kepada umum secara terang-terangan, tapi dengan cara rahasia umum. Dia jadi idola masyarakat Indonesia bahkan sedunia. Keberadaannya memang tidak ditampakkan pada masyarakat karena bisa menimbulkan rasa iri dan dengki. Sebab begitu banyaknya orang yang merasa iri dan dengki kepadanya. Untuk mengurangi rasa iri dan dengki serta menjaga keselamatan dirinya, terpaksa dia tidak menampakkan jati dirinya kepada masyarakat sedunia. Tidak minta-minta dirinya diakui sebagai Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?). Seandainyapun terpaksa dia ditampilkan ditelevisi terpaksa memakai penutup wajah (bertopeng). Masyarakat sedunia nanti tidak akan melihat wajah Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) ditampilkan ditelevisi, koran-koran, majalah-majalah dan lain-lain. Masyarakat sedunia tetap akan tahu siapa yang jadi Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?), tapi orang yang jadi Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) itu sendiri saat tanpa topeng tidak mau mengatakan dia yang jadi Satrio Piningit  (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?). Pengakuan sebagai Satrio Piningit saat tanpa topeng secara terang –terangan itulah yag bisa mengundang rasa iri dan dengki yang bisa mengancam keselamatan jiwa. Siapa sesungguhnya Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?), suatu saat nanti akan jadi rahasia umum masyarakat sedunia. Siapa yang berani membuka jati diri Satrio Piningit, dialah yang nanti akan dipersalahkan sebagai orang yang memancing perang dunia ketiga.

            Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) itu sudah dijangka / diramal / prediksi dalam berbagai jangka / ramalan / prediksi. Ada dalam jangka / ramalan Jayabaya, jangka / ramalan sabdo palon noyo genggong, jangka pewayangan, dan lain-lain. Beberapa diantaranya sebagai berikut;
1.         Menurut jangka / ramalan Jayabaya, Satrio Piningit berasal dari sebelah barat sungai brantas.
2.         Jangka sabdo palon menceritakan ratu adil ketok melok-melok cetho welo-welo th 2008. Ratu adil dan Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) itu tidak sama, memang nanti akan tampak jelas dalam waktu yang bersamaan. Dalam jangka Jayabaya disebutkan juga ratu sebagai ratu sakembaran.  Prakteknya, sesungguhnya dia satu orang tapi beda penampilan bahan pembahasan. Disaat memakai topeng yang dinahas jongko (ratu nganggo slendang), disaat tanpa topeng yang dibahas penerapan jongko diselaraskan denganhukum konvensional (ratu nganggo klaras).
3.         Diserat pedalangan ringgit purwa, satria piningit mempunyai nama (julukan yang                                                       jumlahnya banyak. Diantanya disebut suka srana (orang yang senang membantu), jawata linuwih (yang mepunyai pengetahuan lebih) , pulang geni (orang yang bisa memberi nasehat bagaikan pulung dalam perang / dalam keadaan kacau) , jamus kalima sada ( jamiatul muslimin kalimah sahadat / dia adalah orang islam yang menjalani / menerapkan agama islam secara berjamaah, dewa ruci (orang kecil / masyarakat biasa yang akan jadi juru kunci bagi TNI), Sanghyang baruna (orang yang berhak mengendalikan dana amanat dari pak Karno)
4.         Pada cerita ande-ande lumut, Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) diceritakan sebagai ande-ande lumut / panji asmara bangun (panji pembangunan bangsa). Cerita ande-ande lumut dari Kediri. Dalam cerita, panji asmara bangun terbawa angin tenggara dan jatuh diarah barat laut. Maksudnya, semenjak terpuruknya bangsa Indonesia setelah jajak pendapat di Timor Timur, orang yang akan membangkitkan bangsa Indonesia dari keterpurukan berasal dari arah barat laut Kediri, dekat dengan candi (candi rejo) dan / antara rawa-rawa ( njali ).
5.         Dalam jangka dari Jawa Tengah diceritakan sebagai Bandung Bondo Wasa (orang  yang tak terkendali / tak bisa diatur tapi justru malah mengatur / mendikte cukup dengan bermodalkan ucapan yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat. Sekali keterangan disampaikan kemasyarakat akan terpengaruh, bagaikan diracun dengan kata-kata.
6.         Menurut jangka mataram / daerah sekitar Solo, Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) diceritakan sebagai Satria Mandala. Kata-kata mandala mempunyai arti; man ( bhs arab ) artinya seseorang, dala / dholala ( bhs arab ) artinya sesat , ( petunjuk ) penyesatan. Maksudnya, seseorang yang menghadapi dengan cara memberikan keterangan yang menjebak / menyesatkan. Jadi semua saingan atapun lawan akan jatuh (kalah) gara-gara mendengarkan ucapannya. Aapabila ucapannya tidak ditanggapi, muka serasa diobok-obok.:
       
            Cepat lambatnya Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) muncul ditengah-tengah masyarakat tergantung cepat lambatnya terjemah jangka-jangka pujangga tanah jawa diketahui masyarakat. Semakin cepat jangka diketahui, semakin cepat pula Satria Piningit muncul. Satria Piningit adanya dalam jangka, nanti bekerja juga berdasarkan keterangan yang ada dalam jangka. Tugas Satria Piningit adalah menegakkan kebenaran dengan bimbingan para pujangga, menyampaikan nasehatnya para pujangga. Cukup berbekal jangka pujangga tanah jawa, Satria Piningit nanti akan membongkar peristiwa-peristiwa besar di Indonesia dan didunia, masalah-masalah tertentu yang sangat berat.
            Apakah orang bertopeng yang nanti akan mendatangkan harta amanat leluhur bangsa diakui sebagai Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) atau bukan itu semua terserah masyarakat. Jadi seseorang itu dinyatakan sebagai Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) atau bukan itu tergantung kepentingan. Apabila dirasa mengikuti nasehat jangka itu menguntungkan. Maka masyarakat silahkan mengakui orang yang bertopeng itu adalah Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?). Tapi kalau tidak menguntungkan, tidak usah mengakui orang yang bertopeng itu adalah Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?). Kalau tidak diakui memang ada sesuatu yang merugikan, yaitu dana amanat akan ditarik oleh PBB. Disini masyarakat akat menghadapi dilema. Mengikuti nasehatnya berat, tidak mengikuti nasehatnya dana ditarik lagi oleh PBB. Keadaan seperti ini dalam jongko diterangkan anemahi jaman edan, melu edan ora tahan pra edan ora keduman.
            Dana amanat itu setelah didatangkan tidak diserahkan kepada pemerintah dan dalam pengelolaannya tidak menunggu persetujuan DPR, tapi minta persetujuan dari rakyat. Nanti team penasehat penggunaan dana amanah akan dibentuk sendiri diluar anggota DPR yang ada saat ini. Dengan ketuanya B J Habibie. Disinilah awal mulanya jaman goro-goro.

            Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) hanyalah seorang pujangga / penasehat bagi seorang pemimpin. Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) bukan seorang pemimpin, tapi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap jalannya perpolitikan di Indonesia dan dunia sebab dana amanat tidak bisa dipakai / dimanfaatkan tanpa persetujuannya. Kalau ingin mendapat persetujuan terpaksa mengikuti nasehatnya / komentarnya. Adapun komentarnya sebatas terjemah jongko, orang yang mengikuti jongko memang nanti trerkesan seperti prang edan.
            Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) nanti akan memiliki pengaruh yang sangat besar meskipun tanpa menggunakan kata-kata perintah, permintaan atau permohonan. Dengan pertimbangan apabila nasehatnya / pendapatnya tidak diikuti dana tidak dicairkan. Padahal saat ini dunia diambang perang besar.

            Kenapa Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) tidak memerintah atau melarang, karena orang yang memerintah atau melarang itu harus bertanggung jawab terhadap ucapan-ucapan yang telah disampaikan. Kenapa tidak memohon atau meminta, sebab orang yang memohon atau meminta itu harus mau dimintai saat dunia ini menerapkan hukum pembalasan, yaitu saat dunia menerapkan hulum rimba total.

            Apabila bangsa Indonesia mau mengikuti nasehat dari pujangga tanah jawa terutama nasehat sunan Kalijaga dengan cerita wayangnya insya allah bangsa Indonesia akan jadi negara yang subur makmur gemah ripah loh jinawi. Insyallah dalam waktu kurang lebih 10 tahun, bangsa Indonesia akan menguasai investasi-investasi, perusahaan-perusahaan yang sangat banyak yang mampu mengalahkan Amerika Serikat. Sebelum itu tercapai tentunya harus mampu menghadapi cobaan yang sangat berat. 

            Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) nanti insya allah akan mengatur Indonesia dan dunia dengan cara mempengaruhi pemikiran dengan bayangan-bayangan ( angan-angan ) manusia sedunia. Nanti akan ditunjukkan bayang-bayangnya dalam jangka. Setelah semua orang tahu bayang-bayangnya dalam jangka (bagi yang ada ), nanti masyarakat akan mengikuti tanpa diperintah. Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) mengatur dunia seperti seorang pembawa acara dalam upacara bendera mengatur jalannya upacara bendera.
           
Bagaimana cara Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) menegakkan hukum diseluruh dunia ? dengan menggunakan keterangan pewayangan. Menurut pewayangan, suatu saat nanti akan terjadi sabuah jaman yang sangat menegangkan. Dunia sangat tegang oleh ancaman perang dunia. Karena ada kekawatiran oleh ancaman perang besar yang melibatkan persenjataan nuklir, biologi dan kimia, akhirnya Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) menyampaikan pendapat agar semua masalah diselesaikan dengan hukum rimba total (tanding, botohan dan swiping). Dengan cara ini, semua masalah didunia hampir bisa diselesaikan. Tinggal sedikit yang masih tersisa. Diselesaikan dengan cara penjebakan teroris.

            Semakin cepat terjemah ( isi / nasehat ) jangka pujangga tanah jawa semakin cepat pula Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) muncul. Sudahkah sanak saudara, handai taulan, sahabat anda mengetahui hal ini ? Apabila belum tahu, apakah anda tidak ingin memberitahukan hal ini ? Semakin cepat surat ini tersebar semakin cepat Satrio Piningit (Fata at-Tamimi / al-Hasyimi...?) muncul.

            Semoga himbaun / nasehat saya ini segara bisa dirasakan manfaatnya bagi bangsa Indonesia dan dunia. AAMIIIN.

Sedikit tentang penulis.
            Penulis memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1          Tahi lalat ditelapak tangan kiri, ibu jari tangan kiri dan pundak kiri

Al Walid dan Rusydain telah meriwayatkan kepada kami dari Ibni Lahia'h dari Abi Qubail dari Abi Rauman dari Ali katanya : Akan keluar panji-panji hitam memerangi golongan As Sufyani, dikalangan mereka ada seorang lelaki dari Bani Hasyim yang mempunyai tahi lalat pada bahu kirinya, mereka dipimpin oleh seorang lelaki dari Bani Tamim yang digelar Syuaib bin Soleh, mereka akan mengalahkan golongan As Sufyani.
- Alfitan oleh Alhafiz Nuaim bin Hammad (Hadis 863)

Imam Sayuti telah meriwayatkan dari Saidina Ali katanya: Akan keluar panji-panji hitam memerangi golongan As Sufyani, padanya ada seorang pemuda dari Bani Hasyim yang ditapak tangan kirinya ada tahi lalat, yang dipimpin oleh seorang lelaki dari Bani Tamim yang digelar syuaib bin Soleh, mereka mengalahkan golongan As Sufyani.
- Alurful Wardi (m/s 69)

2          Gigi bersulah


Gigi depannya bersulah, yaitu tumbuh secara hampir membujur.
            Tidak ada sebuah hadis pun yang menceritakan tentang hal ini. Tidak pula dari keterangan para tabiin atau tabiit tabiin. Imam as-Sayuti juga tidak pernah menceritakan sifat ini dalam kitab-kitabnya. Keterangan ini dijelaskan oleh ulama-ulama dari kalangan Bani Tamim yang tinggal di Jordania. Pendapat ini juga masyhur di kalangan para ulama hadis di Jordania. Cuma dinyatakan datang melalui ilham atau rasa hati yang Allah campakkan langsung ke dalam hati hamba-Nya yang saleh di kalangan mereka tentang sifat-sifat ini.            
Maknanya, berita ini datangnya dari orang yang bertaraf wali Allah dan dipercayai oleh masyarakat Jordania, terutama yang berketurunan Bani Tamim atau Bani Tamim. Mereka juga sedang sibuk mencari orang yang sifatnya demikian, berdasarkan keterangan oleh wali Allah itu.         .
3          Tinggi badan sedang, 160 cm
Dia bertubuh serba sederhana.
            Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, bentuk tubuhnya tidak besar (gemuk) dan tidak kecil (kurus). Tubuh badannya adalah serba sederhana, sesedap mata memandang. Sifat demikian adalah ciri-ciri khusus yang hanya terdapat pada beliau seorang saja. Jika ada orang yang mengaku dirinya Putra Bani Tamim tetapi kelihatan tubuhnya besar, gemuk, kecil atau kurus, maka ciri-ciri dirinya itu tidak menepati kehendak dan maksud sebenar Putra Bani Tamim. Ciri-ciri ini dikemukakan oleh Imam as-Sayuti dalam kitabnya al-Jami'us Soghir dan juga berdasarkan keterangan yang turut diberikan oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami.

4          Kulit kuning langsat

5          Dari suku bangsa timur (jawa)

6          Bahasa ‘ajam ( bahasa Jawa dan Indonesia )
            Bahasa yang  digunakan sehari-hari adalah bahasa jawa.           

7          Umur antara 35 tahun sampai 40 tahun
            Lahir tahun 1972, di Jawa Timur, Indonesia.

Beberapa terjemah wayang yang sudah diartikan diantaranya judul
Lampahan para dewa;
1          Nguno-ngruni;
                   * Dunia dibagi dua golongan blok sana ( non islam ) blok sini ( blok islam )
2          Watu Gunung
                   * Raja Faisal dari kerajaan Saudi
3          Mumpuni
       * Orang yang mampu
4          Amikukuhan
                   * Orang yang berpendirian teguh
5          Sri Maha Punggung
                   * Orang yang sangat kuat memikul beban 
6          Bethari Sri Mantuk
                   * Orang yang sangat penting kembali
7          Purwakala / Murwakala

Lampahan jaman pandawa
1          Sanghyang Wisnu Krama
           
2          Bermana-Bermani
                   * DK PBB membentuk dua team …
3          Manu Mayasa Rabi
                   * K H Nurhasan bekerja sama
4          Bambang Kalingga ( Bambang Sakutrem )
                   * Idola bangsa Amerika Serikat
5          Jamur Dipo
                   * Jamiatul Muslimin Calon Pemimpin
6.         Palasara Lahir
                   * Munculnya pemikir yang sangat penting
7          Palasara Krama
                   * Pemikir yang sangat penting, bekerja sama
8          Dewa Brata Rabi
                   * Kyai Langitan bekerja sama
9          Pandu Lahir
                   * Munculnya bapak pembimbing ( B J Habibie )
10         Nara Soma
                   * Seseorang yang mendapat pengampunan dari gerilyawan
11       Puntadewa lahir
                   * Munculnya orang yang mumpuni menata ( Susilo Bambang Yudoyono )
12       Suyudono lahir
                   * Munculnya orang yang su’udzon / berprasangka buruk 
13       Bimo Bungkus
                   * TNI Masih belajar di AS
14

15
           
16

17

18

19

20       Arya Prabu Rabi

21       Ugraseno Rabi
                  *  Inggris bekerja sama mencari dana amanat
22       Bambang Sucitra Rabi
                   * Orang yang sedang jadi perhatian bekerja sama
23       Pandu seda kasendal mayang
                   * B J Habiebie lengser sebab jadi omongan
24       Palgunadi
                   * Orang yang paling berguna ( di Pentagon )
25       Pandawa apus
                   * Anak didik B J Habibie hilang lobi polotiknya
26       Arjuna apus
                   * LDII menghilang ( tidak punya pengaruh politik )
27       Bondan Paksa Jandu
                   * Pembimbing yang memaksa
28       Bale sagala-gala
                   * Balai sang petarung
29       Raden Seta Krama
                   *
30       Untara / Wratsangka Krama
                   * Wilayah Indonesia bagian utara yang dianggap prawiro ( Ambalat )
31       Babad Wana Marta
                   * Wayang diterjemahkan dan dijadikan petunjuk
32       Arimbo Wana Marta
33       Sayembara Gondomono
                   * Kisruh masalah MUI / Majelis Ulama Indonesia
34       Mustaka Weni
                   * Pimpinan yang mengacau
35       Kuntul Wilanten
                  * Pasukan elit TNI AL ( yang berseragam putih )
36       Lambang Kara
                    * Lambang permasalahan
37       Panca Wala Kalarung
                   * Team pengajar Pancasila (P4), mengajar keluar negeri
38       Antasena Lahir
39       Gathut Kaca Lahir
                   * Munculnya
40       Pergiwa – Pergiwati
                   * Perguruan Beladiri LDII yang kuat – yang cantik \ indah
41       Raden Gathut Kaca Rabi Kaliyan Pergiwa
42        Sasi Kirana
43       Raden Gathut Kaca Dadi Ratu Ing Pringgondani
44       Brojo Denta / Braja Musti
45       Sri Dento
46       Tragu Waseso
47       Sena Rodra
48       Gondo Wardoyo
49       Semar Anjantur
50       Darto Krama
51       Jaka Lambang / Abi Manyu Lahir
                   * Orang yang jadi perlambang
52       Sumbadra Larung
                   * Corong politik Satrio Piningit dikirim ke LN
53       Bambang Wijo Narko / Abi Manyu Rabi
54       Murca Lelana
55       Kitiran Pethak
56        Wayang Gono
57       Sendu Sena
58       Cekel Endra Laya
59       Sido Jati Sido Lamong
60       Andanu Maya
61       Pandu Bergolo
                   * Habibie bergolak
62        Bambang Margono
63       Suksweta Andadari
                   * Besok akan dating masa depan yang cerah
64       Sumong
65       Bambang Manumbawa
66       Makutha Rama 
67       Wahyu Cokro Ningrat
68       Peksi Jawata
69       Cocogan
70       Sri Kandi Maguru Manah
71       Cokro Nagara
72       Kandi Hawa
                   * Simpanan hawa nafsu
73       Nirbita
74       Jala Sengara / Erang Baya
75       Turangga Jati
76       Rondo Widodo
77       Swarga Bandang
78       Alap-alapan Rarasati
79        Alap-alapan Ulupi
80       Bambang Jenggotho
81       Irawan Maling
82       Gambang Anom
83       Bambang Jogo Nolo
84       Irawan Maling
                   Dan masih banyak judul yang belum disebutkan disini

Awal Mula Prediksi Perang Besar

  Gambar sekedar ilustrasi        Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya akan menyampaikan keberadaan prediksi perang besar yang o...